Tips Jualan Laris di Facebook Menggunakan Rahasia Buyer Persona, 100% Dahsyat!

Tips Jualan Laris Menggunakan Rahasia Buyer Persona, 100% Dahsyat!

Posted on

KontenBisnis.com – Tips jualan laris menggunakan buyer persona jarang sekali yang tahu. Sebelum kompetitor Anda mengetahuinya, Anda harus lebih dulu membaca materi ini hingga tuntas!

Apa itu Buyer Persona?

Buyer persona adalah perkiraan karakter pembeli ideal. Isi dari buyer persona adalah catatan tentang karakter calon pembeli (target market) Anda.

Di dalamnya terdapat nama, jenis kelamin, lokasi, usia, minat, gaya hidup, cara berbelanja, dan sebagainya.

Data-data itu dicatat dan digunakan sebagai dasar untuk mebangun kedekatan (trust) dengan target market di Facebook.

Prinsip buyer persona, semakin Anda mengetahui bagaimana karakter target market, maka semakin mudah diterima suatu produk yang ditawarkan.

Sudah ada gambaran? Jika belum, mari kita sederhanakan dengan penjelasan manfaat buyer persona berikut ini.

Manfaat Buyer Persona

Walaupun sekadar catatan, buyer persona tetap memiliki manfaat yang luar biasa, apalagi jika Anda terbiasa menjual produk secara online di Facebook.

Karena dengan buyer persona, Anda dapat mengetahui siapa dan apa yang diinginkan target market.

Agar lebih mudah memahami, berikut ada beberapa pertanyaan yang mungkin selama ini Anda sering mengalami :

  • Pernahkah Anda membuat status promosi di Facebook tapi jarang yang like atau komentar?
  • Produk Anda memang sedikit lebih mahal, tapi diimbangi dengan kualitas yang tinggi. Mengapa tetap jarang peminat?
  • Anda bahkan sudah memberikan banyak diskon, mengapa tetap masih jarang yang membeli?

Kalau boleh berpendapat, kira-kira jawaban dari pertanyaaan tersebut seperti ini :

  • Kemungkinan Anda sombong, jadi teman Anda malas berinteraksi pada postingan Anda.
  • Mungkin teman Anda tidak membutuhkan produknya, sehingga tidak perlu like atau komentar.
  • Bisa jadi beberapa teman Anda tertarik, tapi mereka tidak memiliki dana yang cukup.
  • Sebenarnya sangat tertarik dengan diskon, tapi khawatir suami tidak mengizinkan.

Lalu apa simpulan dari jawaban tersebut? Ya, kesimpulannya adalah, Anda tidak tahu kondisi apa yang sedang dialami teman-teman Anda.

Seandainya tahu kondisi yang sesungguhnya, mungkin Anda akan menyodorkan banyak sekali solusi. Karena dengan cara itu, teman-teman Anda bisa berubah pikiran.

Jadi, kondisinya akan menjadi seperti ini :

  • Dari yang tadinya tidak membutuhkan, setelah tahu manfaatnya, akhirnya berminat untuk membeli.
  • Kendati saat itu tidak punya dana cukup, setelah paham bahwa produk itu berkualitas, suatu ketika tetap berencana membeli.
  • Walaupun sebelumnya khawatir suami tidak mengizinkan, ia akan mengkomunikasikan hingga suaminya mengizinkan.

Manfaat dari buyer persona adalah mengetahui apa yang dipikirkan target market.

Selanjutnya, Anda bisa menentukan solusi apa agar target market berubah pikiran dan mau membeli produk Anda.

Semakin tertarik? Mari kita lanjutkan!

Bagaimana Langkah-Langkah Membuat Buyer Persona?

Sebelum Anda memasuki tahap menyusun buyer persona, yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah memahami siapa target market ideal Anda.

Mereka adalah orang-orang yang akan dengan senang hati membeli produk Anda.

Target market ideal digolongkan menjadi tiga bagian, yaitu :

  • Membutuhkan (Need)
  • Punya Anggaran (Budget), dan
  • Memiliki Kewenangan (Authority)

Membutuhkan (need), adalah orang-orang yang secara alamiah membutuhkan produk tertentu. Sebagai contoh, orang yang terbiasa dandan, pasti akan membutuhkan lipstik.

Punya anggaran (budget), adalah orang-orang yang memiliki kemampuan finansial untuk membeli suatu produk. Misalnya, walaupun mahal, orang mau membeli iPhone karena dia punya uang.

Punya kewenangan (authority), adalah mereka yang punya kewenangan untuk memutuskan membeli produk. Misalnya, suami yang mengizinkan istrinya membeli gamis walaupun di rumah sudah banyak.

Sekarang coba bayangkan, apa yang terjadi jika Anda menawarkan produk kepada orang dengan tiga kriteria ideal seperti di atas? Tentu saja, produk Anda pasti akan dibeli, bukan?

Cuma yang jadi masalah, Anda tidak tahu apa yang mereka pikirkan. Sekalipun Anda punya teman yang banyak di media sosial, mungkin akan sangat sedikit yang punya 3 kriteria ideal seperti itu.

Lalu apa tindakan Anda selanjutnya, apakah Anda akan menyerah begitu saja?

Tentu tidak, ada langkah yang bisa ditempuh untuk menemukan pembeli ideal.

Untuk mengetahui apa yang diinginkan target market, Anda bisa memprediksi orang-orang yang mungkin memiliki tiga karakter ideal. Hasil dari prediksi (perkiraan), dicatat dan diberi nama buyer persona.

Sekarang, apakah Anda sudah ada gambaran apa itu buyer persona?

Ya, seperti yang dijelaskan di bagian atas artikel ini, buyer persona adalah catatan yang berisi perkiraan karakter pembeli ideal.

Berikut adalah langkah-langkah membuat buyer persona :

Langkah 1 : Mengisi Data Demografi

Data demografi adalah data pribadi yang menggambarkan target market ideal Anda.

Sebelum membuatnya, Anda juga harus tahu apa produk yang akan ditawarkan nantinya.

Sebagai contoh, anggap saja Anda akan menjual perlengkapan kosmetik (lipstik, bedak, skin care, dan sejenisnya), dengan merk Kinclong.

Setelah itu, Anda kemudian membuat catatan buyer persona dengan langkah awal mencatat data demografi. Seperti ini bentuknya :

  • Kisaran umur : 25-40 tahun
  • Jenis kelamin : Perempuan
  • Pekerjaan : Ibu rumah tangga
  • Minat : Kecantikan, memasak, pendidikan anak (parenting)
  • Lokasi : Sebagian besar di perkotaan
  • Gaya hidup : Punya Facebook dan Instagram
  • Cara belanja : Sering belanja online, terutama di Shopee
  • Cara bertemu mereka : Di sosial media, terutama Facebook

Setelah data tersebut tercatat, tahap selanjutnya adalah menghubungkan dengan produk yang akan Anda tawarkan.

Caranya, dengan menggali apa saja permasalahan yang mungkin mereka alami. Contohnya seperti pada tahap berikut ini.

Langkah 2 : Mencatat Permasalahan Target Market (Pain)

Mencatat permasalahan target market (pain), adalah menduga-duga hal apa saja yang menjadi kendala mereka selama ini. Selanjutnya, rencanakan pula bahwa produk Anda bisa menjadi solusinya.

Kurang lebihnya, anggap saja mereka punya masalah seperti ini :

  • Masalah utama : Tidak tahu cara dandan yang baik agar kelihatan cantik alami
  • Ketakutan : Takut dikatakan dandanannya norak oleh teman-temannya
  • Frustasi : Ketika dandan tapi hasilnya sering acak-acakan dan mengecewakan.

Setalah mencatat permasalahan seperti di atas, Anda harus mencatat juga apa yang membuat mereka senang ketika masalah mereka teratasi. Lihat tahap berikut!

Langkah 3 : Mengetahui Kesenangan Target Market (Pleasure)

  • Keinginan: Ingin dianggap cantik alami oleh semua orang.
  • Harapan : Ingin tampil percaya diri karena dandanannya bagus dan tidak norak.
  • Impian: Ingin terus dianggap segar dan awet muda.

Sekarang, apa yang menjadi kesenangan target market sudah Anda ketahui. Selanjutnya, silahkan hubungkan manfaat produk untuk memenuhi kesenangan mereka. Seperti ini.

Tahap 4 : Mencatat Manfaat Produk (Benefit)

Mencatat manfaat produk dilakukan dengan cara mengetahui bagaimana produk kita dapat membantu mereka. Misalnya seperti ini :

  • Keunggulan skin care Kinclong mampu mencerahkan wajah lebih cepat dibanding skin care yang ada di pasaran.
  • Kinclong secara khusus menyediakan lipstik dengan pilihan warna natural untuk mereka yang suka makeup bergaya minimalis.
  • Kestimewaan bedak Kinclong tidak sekadar menutup kulit wajah, namun mampu merawat wajah seperti menghilangkan jerawat, komedo dan flek hitam.

Langkah 5 : Membuat Pembuktian Produk (Prove)

Membuat pembuktian produk (prove) berarti menunjukkan fakta-fakta yang menjelaskan bahwa produk Anda mampu menjawab permasalahan yang dialami target market.

Sebisa mungkin, dalam membuat pembuktian, tidak asal-asalan atau terlalu melebih-lebihkan.

Karena jika seperti itu, Anda sendiri yang akan rugi nantinya.

Bayangkan jika Anda mengatakan bahwa produk Kinclong mampu menghilangkan jerawat selama 7 hari, tapi ternyata yang membeli tidak mendapatkan itu.

Akibatnya, mereka tidak akan membeli lagi kepada Anda, bukan?

Nah, hal-hal yang dapat Anda jadikan sebagai pertimbangan untuk membuat pembuktian produk misalnya :

  • Informasi keunggulan produk dibandingkan dengan produk lain. Ini biasanya sudah dijelaskan oleh supplier utama. Anda bisa mencontek lalu mengembangkan sendiri.
  • Testimoni pengguna produk Anda melalui screenshoot WhatsApp atau dm Instagram.
  • Foto, video atau info grafis yang mampu memberikan gambaran kualitas produk Anda.
  • Hasil survey kepuasan pelanggan yang sudah pernah menggunakan.

Langkah 6 : Merumuskan Tujuan dan Tantangan

Setelah keempat tahap sudah Anda tempuh, kini giliran Anda mengerucutkan semuanya. Caranya dengan merumuskan tujuan dan tantangan yang akan Anda alami. Contohnya, dapat dilihat seperti ini :

Tujuan :

  • Wajah lebih cepat cerah dan bebas dari jerawat, flek hitam dan komedo.
  • Tampil percaya diri dengan dandanan bergaya minimalis.

Tantangan :

  • Untuk hasil yang optimal, target market harus menggunakan produk hingga 3 bulan.
  • Target market tidak mudah percaya dengan brand yang belum lama dikenal.
  • Banyak yang acuh dengan status orang yang jualan di Facebook.
  • Harganya lebih mahal dibanding kosmetik lainnya.

Tips Jualan Laris dengan Buyer Persona

Setelah buyer persona tercatat dengan rapih, sekarang tugas Anda untuk memanfaatkan data-data tersebut.

Tujuannya, untuk membantu meningkatkan jualan Anda agar semakin laris.

Berikut tips jualan laris menggunakan buyer persona yang wajib Anda ketahui :

1. Mengoptimalkan Copywriting di Facebook

Pada buyer persona sebelumnya, ada suatu tantangan. Manfaat produk baru akan tampak optimal setelah target market menggunakan Kinclong selama 3 bulan.

Lalu bagaimana jika target market baru menggunakan beberapa minggu ternyata belum nampak hasilnya?

Tentu akan riskan terjadi salah sangka. Akibatnya, mereka akan menduga produk Anda tidak berkualitas.

Target market yang gagal paham terhadap kualitas produk, perlu dibantu dengan copywriting. Dengan begitu, Anda akan memberikan pemahaman yang jelas, edukatif, memikat, dan mencerahkan target market.

Jika Anda belum paham tentang konsep copywriting yang baik, sudah saya siapkan materinya, lengkap!

Kabar baiknya, sudah lengkapi pula dengan contoh-contohnya yang sangat mudah dipahami.

Silahkan langsung sikat dengan klik link ini :

Pengertian Copywriting dan Contoh-Contoh yang Mudah Dipahami, 200% Ampuh untuk Jualan!

2. Bekerja Sama dengan Influencer

Jika yang menjadi tantangan Anda adalah target market yang tidak mudah percaya dengan brand baru, maka saatnya Anda mencoba bekerja sama dengan influencer.

Influencer adalah seseorang atau tokoh yang disukai dan memiliki banyak pengikut (followers).

Umumnya, mereka punya juga pengaruh yang kuat bagi para pengikutnya itu.

Selebgram, Youtuber, motivator, atau bahkan artis, termasuk dalam kriteria influencer. Anda bisa bekerja sama dengan mereka untuk semakin meyakinkan target market Anda.

Bentuk kerja sama yang bisa Anda lakukan dengan influencer adalah :

  • Endorsement
  • Review Produk

Endorsement – Biasanya dilakukan dengan meminta dukungan publik figur untuk membantu mempromosikan produk Anda di akun instagram mereka.

Media yang ditampilan bisa berupa foto atau video yang disertai deskripsi.

Review Produk – Istilah ini umum digunakan oleh Youtuber. Caranya, Anda meminta Youtuber yang terbiasa mengulas tema kecantikan.

Lalu meminta mereka memberikan ulasan terkait produk yang akan Anda tawarkan di Channel Youtube mereka.

“Efek baik ketika melakukan kerja sama dengan influencer adalah produk Anda akan semakin dikenal lebih luas. Ini keuntungan bagi Anda.”

Jadi, tentu saja akan membantu memberikan kesan positif kepada target market bahwa produk Anda sudah banyak yang menggunakan.

Jika Anda bekerja sama dengan influencer, jangan lupa untuk menyimpan foto atau video mereka sebagai bahan promosi Anda. Itu bisa Anda gunakan sewaktu-waktu jika Anda melakukan promosi di media sosial Anda.

3. Membangun Komunitas

Membangun komunitas merupakan cara efektif untuk mengumpulkan target market ideal dan lebih tertarget. Caranya, Anda bisa membuat Fanpage, Grup Facebook , Telegram Channel, maupun WhatsApp Grup.

Mengapa membangun komunitas dianggap efektif? Karena dengan cara itu, Anda bisa mengumpulkan orang-orang dengan minat yang sama, misalnya yang minat dengan kecantikan.

“Setelah komunitas semakin besar, Anda akan lebih mudah menjual produ secara alami kepada target market yang tepat.”

Akan tetapi, hal yang harus diperhatikan ketika membangun komunitas adalah :

Lihat buyer persona. Cek minat target market di buyer persona, lalu sesuaikan tema komunitas dengan produk yang akan ditawarkan.

Jadi, jangan sampai produk Anda kosmetik tapi komunitasnya bertema kuliner.

Beri nama yang lebih umum. Komunitas tidak harus diberi nama sesuai brand Anda, karena tujuannya adalah mengumpulkan orang-orang dengan minat yang sama.

Contoh nama komunitas misalnya : Tips Cantik Alami, Cara Cantik, Tutorial Make Up Minimalis, dan sebagainya. Jadi, komunitas tidak perlu diberi nama Kinclong Cosmetics ya?

Buat konten menarik dan konsisten. Postingan atau konten yang menarik akan membuat komunitas semakin berkualitas.

Caranya, Anda bisa membuat konten sendiri atau mengambil informasi menarik dari sumber lainnya. Misalnya tips dan trik kecantikan, informasi kesehatan populer, dan sebagainya.

Bangun interaksi. Tak hanya posting, Anda juga wajib membangun interaksi dengan pengikut di komunitas Anda. Semakin tinggi interaksi, semakin berkualitas komunitas Anda.

Caranya, berikan like, komentar, atau menyapa mereka jika perlu. Dengan begini, kepercayaan mereka akan tumbuh secara alami.

Untuk membangun interaksi yang lebih produktif pada suatu komunitas, Anda dapat memosting hal-hal yang memancing komentar. Misalnya, kuis, tebakan, pendapat, dan sejenisnya.

Tawarkan produk. Setelah komunitas hidup dan terbangun, kini saatnya Anda menawarkan produk Anda dengan cara-cara yang santun dan elegan.

Di suatu komunitas, jangan terlalu sering hard selling atau menawarkan produk sangat terang-terangan.

Imbangi dengan postingan menarik lainnya. Prinsip komunitas itu membangun kepercayaan dulu, setelah orang percaya, Anda akan lebih asyik berjualan.

Berikan kejutan atau hadiah. Agar komunitas semakin besar dan pengikut Anda semakin solid, berikan kejutan atau hadiah yang menyenangkan di setiap periodenya.

Triknya, hubungkan pula dengan produk Anda. Misalnya, give away paket Kinclong untuk mereka yang sudah membuat review positif produk Kinclong di akun Facebooknya masing-masing. Ini akan berdampak pada semakin menyebarnya produk Anda.

Selain itu, pemberian hadiah dan kejutan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • Mengadakan lomba. Misalnya lomba make up dengan produk Kinclong, yang menang dapat hadiah lipstik kinclong.
  • Mengadakan kuis berhadiah. Mereka yang menang berhak mengikuti kursus online make up bergaya minimalis secara gratis.
  • Bonus untuk reseller. Misalnya dengan penjualan terbanyak, dan sebagainya.

4. Mendongkrak Omset dengan Jualan di Instagram

Sekarang ini, banyak penjual di Facebook yang juga melirik Instagram. Alasannya, Instagram sangat luar biasa untuk mendongkrak omset.

Jika Anda tertarik, kami sudah menyediakan materi berjudul “Laris Manis dengan Instagram” yang bisa Anda dapatkan secara gratis.

Mau?? Silahkan pilih tombol “Saya Mau!” di bawah ini :

jago jualan di instagram
Gratis! Laris Manis dengan Instagram. Silahkan ambil!

Simpulan

Tips Jualan Laris di Facebook menggunakan buyer persona akan memberikan pengetahuan marketing praktis yang bisa diaplikasikan untuk eningkatkan omset Anda. Silahkan download template buyer persona di sini.

Setalah mempelajari buyer persona, sudah saatnya Anda mendapatkan bonus contoh-contoh kalimat iklan di Facebook yang mampu meningkatkan penjualan lebih banjir lagi! Silahkan pilih “Baca Materi Selanjutnya” untuk mengakses materinya secara!

4 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *