Pengertian Copywriting dan Contoh-Contoh yang Mudah Dipahami, Ampuh untuk Jualan

Pengertian Copywriting dan Contoh-Contoh yang Mudah Dipahami, Ampuh untuk Jualan!

Posted on

KontenBisnis.com – Bagi Anda pelaku UMKM yang juga terbiasa mempromosikan produknya secara online, memahami pengertian copywriting dan contoh copywriting adalah sesuatu wajib dipelajari.

Pengertian Copywriting

Copywriting adalah proses membuat tulisan dengan tujuan menginformasikan nilai lebih suatu produk kepada orang yang tepat, metode yang tepat, dan gaya penulisan yang memikat.

Secara sederhana, copywriting dapat diartikan sebagai proses menulis naskah iklan.

Dari pengertian copywriting di atas, ada 5 kata kunci yang dapat dijabarkan kembali. Ini nantinya akan bermanfaat karena Anda akan lebih mudah dalam menguasai teknik copywriting yang baik.

Kata kunci tersebut adalah :

  • Proses membuat tulisan
  • Menginformasikan nilai lebih suatu produk
  • Ditujukan kepada orang yang tepat
  • Dengan metode yang tepat, dan
  • Gaya penulisan yang memikat.

Mari kita pelajari satu-per satu agar suasana belajar kali ini semakin asyik.

Contoh Copywriting yang Mudah Dipahami

Berikut adalah contoh copywriting yang harus Anda ketahui :

1. Copywriting Adalah Proses Membuat Tulisan

Pengertian copywriting adalah proses membuat tulisan, sedangkan produk dari hasil copywriting adalah naskah iklan.

Tulisan atau naskah inilah yang nantinya akan digunakan untuk menawarkan produk yang Anda jual.

Apakah selama ini Anda pernah membaca iklan di internet, majalah, surat kabar, atau bahkan menonton iklan di televisi?

Nah, iklan-iklan itulah yang merupakan produk dari hasil copywriting.

Dengan copywriting, Anda bisa menawarkan produk apapun yang ingin Anda jual, baik itu barang maupun jasa. Ini tergantung dari jenis usaha Anda masing-masing.

Kabar baiknya, jika Anda mahir dalam membuat copywriting, semestinya produk yang Anda tawarkan akan lebih laris dibandingkan dengan yang tidak menggunakan copywriting.

Mengapa demikian? Karena copywriting tidak dibuat asal-asalan. Copywriting harus didesain sedemikian rupa dan dengan kreativitas tinggi serta pengolahan kalimat yang baik.

Nantinya, tulisan yang dihasilkan harus mampu memengaruhi psikologi orang agar tergiur membeli produk atau menggunakan jasa Anda. Semakin menarik, bukan?

2. Contoh Copywriting dengan Tujuan Menginformasikan Nilai Lebih Suatu Produk

Salah satu ciri khas yang membedakan copywriting dengan tulisan lainnya adalah adanya unsur menginformasikan nilai lebih dari suatu produk yang Anda tawarkan.

Ini penting sekali, tanpa memahami hal ini, copywriting Anda bisa dikatakan gagal.

Lalu, apakah yang dimaksud dengan menginformasikan nilai lebih suatu produk? Seberapa pentingkah hal tersebut?

Menginformasikan nilai lebih suatu produk bisa diartikan sebagai kemampuan Anda dalam membuat tulisan yang mampu menjelaskan bahwa produk Anda memiliki keistimewaan tertentu yang mampu menjadi solusi atas permasalahan calon pembeli.

Sedikit mengerutkan dahi?

Baik. Mari kita bahas dengan sebuah contoh yang lebih sederhana agar penjabaran pengertian copywriting ini semakin mudah dipahami :

Anggap saja Anda menjual produk busana muslim dengan merk Shalihah. Sementara, orang lain menjual merk Syantique.

Maka dalam copywriting, Anda harus mampu mejelaskan apa keistimewaan atau keunggulan merk Shalihah dibanding merk Syantique atau merk lainnya.

Keistimewaan seperti apa misalnya? Bisa menjelaskan tentang merk Shalihah yang ternyata memiliki bahan lebih adem, tidak menerawang, desain lebih bagus, harga kompetitif, dan sebagainya.

“Kata kunci menginformasikan nilai lebih adalah menjelaskan keunggulan dengan tujuan agar si calon pembeli sadar bahwa itulah solusi atas permasalahannya selama ini.”

Berikut adalah contoh hasil dari copywritingnya yang mudah dipahami :

“Sis, pernah nggak ngalamin gerah banget kalau pakai baju muslim yang biasa? Mungkin, itu karena baju muslim yang Sista pakai dibuat dari bahan yang asal-asalan! Beda cerita kalau pakai Shalihah nih, Sis. Bahannya dirancang khusus untuk muslimah di negara tropis. Jadi bener-benar adem dan nyaman banget dipakai. Sekalipun adem, tapi dijamin nggak menerawang, lho ya? Pokoknya, cocok banget nih buat muslimah yang mobilitasnya tinggi kayak sista-sista ini…”

Itu contoh pertama, sekarang kita lanjut ke contoh kedua.

Anggap saja Anda menjual produk merk Shalihah, orang lain juga sama-sama menjual merk Shalihah.

Dalam copywriting, Anda harus mampu meyakinkan bahwa produk Andalah yang layak dibeli. Bukan membeli produk yang sama ke orang lain.

Untuk copywriting semacam ini, Anda harus mampu menggali lebih dalam tentang nilai lebih lainnya. Misalnya menawarkan promo tertentu, menjelaskan layanan prima toko Anda, memberikan garansi uang kembali, dan sebagainya.

Contohnya seperti ini :

“Hallo muslimah cantik, ada kejutan dari Shalihah, nih! Khusus buat kamu yang membeli di bulan Januari hingga April, ada promo free ongkir, lho! Bukan itu saja, kamu yang membeli 2 produk sekaligus, berhak mendapat potongan diskon 15% untuk tiap produknya. Tapi sayangnya, promo hanya berlaku untuk 10 pembeli pertama tiap bulannya. So, segera manfaatkan kesempatan langka ini!”.

Contoh yang kedua ini sedikit agak unik memang, tapi masih mudah diphami, kan?

Ya, di sinilah tantangan dari copywriting, Anda tidak hanya berkreasi tentang bagaimana membandingkan dengan produk lain, melainkan harus bersaing dengan kompetitor yang menjual produk sama dan identik.

Bagaimana? Sudah ada gambaran? Syukurlah, tampaknya Anda mulai paham dengan penjelasan yang saya sampaikan. Kita lanjutkan ke bagian berikutnya.

3. Contoh Copywriting yang Ditujukan Kepada Orang yang Tepat

Pada awalnya, naskah iklan dari hasil copywriting akan ditujukan kepada lebih banyak orang, semakin banyak yang membaca atau menyaksikan, tentu semakin baik.

Tapi pada akhirnya, copywriting secara spesial akan ditujukan kepada orang yang tepat.

Siapakah orang yang tepat itu?

  • Pertama, mereka yang pernah atau sering menggunakan produk seperti yang sedang Anda tawarkan.
  • Kedua, mereka yang punya potensi untuk mau menggunakan produk seperti yang sedang Anda tawarkan.

Untuk semakin mempermudah pemahaman Anda, masing-masing saya sederhanakan melalui contoh berikut ini.

Pertama, Pernah atau Sering Menggunakan

Mereka yang pernah atau sering menggunakan produk seperti yang akan Anda tawarkan, umumnya sudah terbiasa menggunakannya. Mereka sudah tidak asing lagi.

Hanya saja, kali ini Anda bermaksud memengaruhi mereka agar beralih ke produk Anda melalui teknik copywriting. Saya memberi contoh yang mudah dipahami melalui produk lipstik merk Lipstickqu berikut ini :

“Pernah tiba-tiba merasa minder karena warna lipstik Anda berantakan usai makan di acara kondangan atau pesta? Pengalaman buruk itu tidak akan terjadi jika Anda menggunakan Lipstickqu. Lipstickqu dibuat dari bahan premium dan akan menempel sempurna di bibir Anda hingga 14 jam penuh.”

Sadarkah Anda, copywriting di atas sedang berusaha memengaruhi orang yang sudah terbiasa menggunakan lipstik selain merk Lipstickqu?

Dan, bukankah Anda mengharapkan mereka beralih ke produk Lipstickqu karena memiliki nilai lebih tertentu?

Kedua, Punya Potensi untuk Menggunakan

Mereka yang punya potensi untuk menggunakan produk Anda, adalah orang-orang yang sebelumnya jarang atau bahkan tidak pernah menggunakan produk seperti yang akan Anda tawarkan, tapi punya potensi untuk mau menggunakannya suatu saat nanti.

Copywriting ini harus mampu memengaruhi mereka dari yang tidak mau menjadi mau menggunakan.

Kalimat yang digunakan tentu saja berbeda dengan contoh sebelumnya.

Masih menggunakan contoh lipstik merk Lipstickqu, berikut ini adalah contoh kalimat yang mudah dipahami ketika Anda menyusun copywritingnya :

“Wajah Anda tampak pucat karena tidak terbiasa menggunakan lipstik? Masih malas pakai lipstik karena takut dibilang menor? Jangan khawatir, Lipsticqu menyediakan pilihan warna alami yang mampu memberikan kesan segar tanpa terlihat menor sama sekali. Dengan Lipsticqu, Anda tidak akan minder lagi karena dianggap berwajah pucat”.

Itulah konsep dari pengertian copywriting yang akan ditujukan kepada orang yang tepat sesuai target market Anda.

Dari kedua contoh di atas, Anda bisa merencanakan copywriting sesuai dengan kreativitas Anda masing-masing.

Tapi yang perlu diingat, sebelum menyusun copywriting, pahami dulu siapa orang yang akan dituju. Semakin tepat Anda menyasar target market, maka kemungkinan untuk berhasil akan semakin tinggi.

Tentu saja, ini adalah pemahaman dasar karena baru seputar pengertian copywriting dan beberapa contoh yang mudah dipahami.

Anda akan semakin mahir membidik target market yang tepat jika memahami konsep jualan laris dengan buyer persona.

Penasaran dengan buyer persona?

Saya telah menyediakan link artikelnya pada bagian bawah artikel ini. Sebelumnya, mohon selesaikan membaca artikel ini dulu agar pengalaman belajar Anda semakin mantap.

3. Contoh Copywriting Dengan Metode yang Tepat

Metode yang tepat yang dimaksud dalam hal ini adalah prosedur atau cara yang Anda lakukan agar copywriting yang Anda hasilkan dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

Tujuan yang dimaksud agar produk Anda tawarkan dapat terjual atau closing.

Metode copywriting untuk Facebook tentu akan berbeda dengan copywriting untuk website atau landing page.

Beda platform, akan berbeda metode. Semakin jeli dalam memilih metode, semakin baik pula hasilnya.

Misalnya di Facebook personal, Anda tidak bisa terus-terusan membuat copywriting seperti yang dicontohkan di atas. Terkecuali jika Facebook Ads, Anda bisa menggunakannya.

Pada Facebook personal, Anda harus mahir mengkombinasikan copywriting dengan postingan sosialita seperti pada umumnya.

Jika terus-menerus membuat status bernada hard selling, tujuan penjualan Anda akan kurang efektif.

Begitu pula copywriting untuk landing page, Anda tidak bisa membuat terlalu singkat. Harus ada sistematika penulisan yang dirancang dengan baik.

Termasuk mempertimbangkan dengan cermat aspek psikologi pembaca pada setiap kalimat yang disajikan.

4. Contoh Copywriting dengan Gaya Penulisan yang Memikat

Dalam copywriting, gaya penulisan sangat berpengaruh terhadap ketertarikan orang untuk membeli. Trik rahasianya, adalah dengan mempelajari unsur psikologis target market Anda.

Saya tekankan sekali lagi, memahami gaya penulisan berarti memahami psikologi calon pembeli. Anda harus paham siapa dan bagaimana karakter target market Anda.

Sebagai contoh, anggap saja Anda ingin menawarkan produk pakaian bayi merk Babycute. Target market Anda adalah ibu-ibu yang memiliki balita.

Maka sebelumnya, pertimbangkan apa dan bagaimana mereka berpikir tentang anaknya.

Seperti bagaimana mereka menyayangi dan kekhawatiran jika terjadi sesuatu dengan anaknya.

Langkah selanjutnya, tuangkan dalam kalimat dengan gaya penulisan yang mewakili psikologisnya seperti pada contoh berikut ini:

“Bunda cantik, nggak tega rasanya ya kalau lihat si kecil kulitnya iritasi dan kena biang keringat? Maklumlah, kulit mereka kan sangat sensitif, mereka juga sangat aktif sehingga mudah sekali berkeringat.

“Cobalah Bunda gunakan pakaian bayi Babycute yang berbahan jauh lebih lembut dari pakaian bayi pada umumnya. Babycute menggunakan bahan yang dikhususkan untuk bayi lho Bun, jadi tidak akan menimbulkan iritasi dan keringat berlebih penyebab biang keringat.”

Bukan itu saja, ada banyak pilihan model yang unik dan lucu-lucu. Selain si kecil tetap sehat, mereka juga akan akan menggemaskan dengan penampilan barunya”

Bandingkan dengan gaya penulisan yang ini :

“Segera gunakan pakai bayi Babycute yang lembut dan tidak membuat iritasi. Babycute menyerap keringat sehingga membuat buah hati Anda nyaman dan tidak kena biang keringat. Tersedia berbagai pilihan model, ukuran dan warna. Minat pm.”

Menurut Anda, manakah yang lebih mewakili psikologi target market ibu-ibu? Tentu saja contoh yang pertama.

Itu karena gaya penulisannya disesuaikan dengan apa dan bagaimana perasaan ibu-ibu pada umumnya.

Atau dengan kata lain, mempertimbangkan unsur psikologi target market yang sedang dibidik.

Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Copywriting

Pada penjabaran pengertian copywriting di atas, saya telah memberikan beberapa contoh yang mudah dipahami. Itu dapat Anda jadikan sebagai sumber inspirasi ketika melakukan copywriting.

Beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika melakukan copywriting berdasarkan contoh yang mudah dipahami seperti di atas adalah :

  • Untuk mengerti apa sebenarnya nilai lebih produk yang akan diulas, usahakan Anda memiliki pengetahuan produk yang cukup. Akan lebih baik jika Anda pernah mencoba atau membuktikan kualitas produk Anda sendiri.
  • Hindari terlalu hiperbola atau berlebih-lebihan dalam mengulas fakta tentang kelebihan produk Anda. Jika Anda sendiri belum begitu yakin, coba gali kembali nilai lebih yang memungkinkan untuk dituangkan dalam kalimat yang memikat.
  • Untuk mengetahui sisi psikologi calon pembeli, umpamakan diri Anda di posisi target market. Bayangkan apa yang mereka rasakan, kesulitan apa yang mereka alami, lalu tuangkan dalam kalimat yang solutif.
  • Penggunaan kata, “bunda cantik”, “ayah idaman”, atau “remaja kekinian”, dapat membantu memberikan kesan yang menyenangkan. Jika perlu, sisipkan ungkapan semacam itu dalam copywriting Anda.
  • Selain menggali nilai lebih dari produk Anda, copywriting juga harus mengungkap apa permasalahan yang selama ini mereka alami lalu berikan solusinya dengan produk Anda.
  • Sebisa mungkin, copywriting juga bernilai edukasi. Selain memberi solusi, juga memberikan pengetahuan lain yang bermanfaat bagi calon target market.
  • Ketika Anda melakukan copywriting untuk Facebook personal, kombinasikan dengan postingan lainnya dan lakukan interaksi sosial sewajarnya. Jangan melulu memosting iklan, ini akan terkesan membosankan.
  • Setalah Anda memahami konsep copywriting dan beberapa contoh yang mudah dipahami seperti di atas, semestinya Anda semakin bersemangat. Suatu ketika, iklan usaha Anda bisa dikembangkan lebih profesional melalui platform iklan berbayar seperti Facebook Ads atau yang lainnya.
  • Apapun yang Anda tulis, fokuskan untuk memuaskan ego atau harapan calon pembeli.

Simpulan

Mengetahui pengertian copywriting dan beberapa contoh yang mudah dipahami seperti di atas merupakan pondasi bagi Anda yang ingin belajar copywriting. Setelah Anda paham, Anda bisa mempraktikkan copywriting untuk semakin meningkatkan kemajuan usaha.

Pada bagian selanjutnya, kita akan belajar tentang buyer persona, yaitu suatu metode agar postingan apapun yang Anda tulis di Facebook, cocok dengan harapan calon pembeli. Ini yang akhirnya membuat produk Anda laris manis. Silahkan pilih “Baca Materi Selanjutnya” berikut ini :