Jualan Online di Instagram Sepi dan Putus Asa? Akali Ini dengan Cara Ini!

Jualan di Instagram Sepi ? Cek 10 Penyebab Berikut, Lalu Akali dengan Jurus Ini!

Posted on

KontenBisnis.com – Jualan di Instagram sepi dan Anda putus asa jualan online? Selidiki 10 penyebab jualan di Instagram sepi berikut ini, lalu coba akali dengan follow up database. Sekarang, banyak pemilik olshop melakukan cara ini dan terbukti sukses. Anda berani mencobanya?

Mengapa Jualan di Instagram Sepi?

Berikut ini beberapa penyebab mengapa jualan online di Instagram sepi dan tips praktis untuk mengatasi :

1. Follower Banyak Hanya Menurut Anda

Banyak itu relatif dan lagi unik.

Dibilang relatif, karena angka 5.000 mungkin bagi Anda banyak, tapi bagi olshop lain, nilai segitu bisa dibilang nggak ada apa-apanya.

Dengan kata lain, belum mantap untuk mendapatkan kepercayaan.

Dibilang unik, karena untuk mengejar laris, sejujurnya tidak harus punya banyak sekali follower. 

Bahkan follower di bawah 10.000 pun, jika dikelola dengan optimal, tetap menghasilkan closing.

Keduanya sama-sama penting. Tapi intinya :

  • Banyak adalah poin positif, tapi kalau nggak dikelola dengan baik, ya tetap sepi.
  • Belum banyak juga tidak terlalu jelek, asalkan Anda cerdas memelihara follower Anda.

Cara mengatasi yang ragu dengan jumlah follower :

“Jumlah follower yang semakin banyak harus terus dikejar. Tapi berapapun jumlahnya, Anda harus tetap memelihara follower Anda.”

Memelihara itu yang seperti apa? Terus simak penjelasannya…

2. Follower Anda Tidak Real (Palsu)

Kalau boleh tahu, dari mana Anda mendapatkan follower sebanyak itu? Beli follower, giveaway, follow-unfollow, atau dari mana?

Dalam bahasa marketing Instagram, ada dua istilah follower, yaitu  berkualitas dan tidak berkualitas.

  • Follower dikatakan berkualitas, apabila secara alamiah, mereka merupakan orang-orang yang tertarik dengan produk Anda.
  • Sebaliknya, dikatakan tidak berkualitas jika follower Anda tidak jelas asal-usulnya, entah dari mana.

Sekarang coba cek kembali kualitas follower Anda, selidiki siapa mereka dan dari mana asalnya?

Sebagai gambaran, jika Anda melakukan teknik follow-unfollow kepada akun yang ngelike atau komen di olshop lain (yang menjual produk mirip seperti Anda), bisa jadi mereka adalah follower berkualitas.

Tapi, jika sebelumnya Anda mendapatkan follower dengan cara membeli atau dari sumber yang tidak jelas, bisa juga itu follower fake (palsu). Isinya bukan orang, tapi robot.

Tips mencari follower berkualitas untuk mengatasi penyebab jualan di Instagram sepi :

“Upayakan agar follower Anda adalah bener-benar manusia (bukan robot) yang punya kemungkinan untuk tertarik dengan produk Anda. Caranya, lakukan follow-unfollow, paid promote atau bahkan endorsement.”

3. Penyebab Utama Jualan di Instagram Sepi Adalah Foto Produk yang Tidak Luar Biasa!

Perlu diketahui, sekarang ini banyak sekali pemilik olshop di Instagram yang berloma-lomba untuk menampilkan foto produk yang luar biasa bagusnya.

Tujuannya si cuma satu, ingin menjadi yang terbaik dan paling menarik diantara yang lain. Harapannya, akan meningkatkan closing.

Foto produk yang terkesan jadul dan berantakan, sudah pasti akan kurang mendapatkan respon positif dari calon pembeli.

Mengapa? Karena sekarang ini, lagi trend akun olshop yang postingannya keren-keren.

Maka tidak heran jika :

  • Banyak bermunculan jasa desain foto produk.
  • Pemilik olshop rela mengeluarkan budget lebih untuk itu.

Tips membuat foto produk yang menarik :

“Ikuti trend memosting foto produk yang benar-benar bagus. Kerjakan sendiri jika bisa, atau minta bantuan pihak lain jika Anda kesulitan.”

4. Tidak Rajin Posting Konten Promo

Saya sudah rajin posting foto produk dan caption yang menarik, tapi mengapa masih sepi dan membuat putus asa ketika jualan online ?

Bisa jadi, penyebabnya adalah Anda rajin posting foto produk tapi tidak rajin posting promo.

Jualan di Instagram itu tidak seperti toko offline yang mengadakan promo cuma kalau pas mau lebaran atau hari besar saja.

Tapi, harus terjadwal dan ada rencana yang jelas.

Sekalipun Anda rajin posting, kalau nggak pernah promo, ya pantas kalau masih sepi.

Tips membuat konten promo :

“Buat konten promo yang jelas dan terjadwal. Misalnya diskon seminggu sekali, giveaway tiga bulan sekali, free ongkir dua minggu sekali. Ini akan memancing calon pembeli untuk segera melakukan tindakan pembelian.”

5. Hashtag yang Tidak Dioptimalkan Juga Memicu Jualan di Instagram Sepi

Mengejar hashtag itu bisa dibilang gampang-gampang susah.

Banyak faktor yang akhirnya membuat hashtag Anda tenggelam dan tidak mencuri perhatian calon pembeli.

Faktor penyebabnya, misalnya :

  • Anda posting di waktu yang tidak tepat.
  • Lebih dominan olshop lain yang juga menggunakan hashtag tersebut.
  • Olshop lain punya banyak akun sehingga menguasai posisi atas hashtag.

Coba bayangkan….

Ketika orang akan membeli suatu produk dengan mengetik hashtag tertentu, seberapa banyak si mereka berburu gambar yang diinginkan?

Apakah mereka mencari hingga ke bawah-bawah dan membutuhkan waktu hingga berjam-jam? Biasnya si tidak begitu.

Nah, di sinilah, selain hashtag yang digunakan harus tepat, Anda juga harus berusaha agar selalu nongol di posisi atas.

Tips mengejar hashtag :

“Lakukan post di jam-jam dimana orang banyak membuka Instagram. Jangan lupa untuk membuat banyak akun olshop untuk memborbardir hashtag agar Anda menguasai posisi atas.”

6. Tidak Riset Harga Kompetitor

Jualan di manapuan, termasuk di Instagram, pasti selalu ada persaingan. Anda harus peka dengan hal ini.

Jika calon pembeli tidak terlalu jeli, mungkin tidak masalah. Tapi jika sebaliknya, mereka akan mempertimbangkan olshop lainnya.

Di sinilah, Anda harus sedikit lebih cermat menganalisa dengan melakukan penelitian (riset) terhadap harga kompetitor Anda.

Terutama jika Anda :

  • Menjual produk yang sama persis dengan akun lain, misalnya satu supplier.
  • Memosting foto produk yang sama persis dengan akun lain.
  • Produk tidak sama tapi kualitasnya hampir menyerupai.

Tips bersaing harga dengan kompetitor untuk mengatasi penyebab jualan di Instagram sepi :

“Kendati produk dan bahan sama, sebisa mungkin foto produk dan caption dibuat berbeda. Selain itu, terapkan harga yang kompetitif dibanding kompetitor Anda.”

7. Postingan Miskin Engagement

Masih ingat dengan arti kata engagement (keterikatan) seperti yang kami bahas pada materi sebelumnya?

Ya, engagement (keterikatan) adalah interkasi (like, komen, tag), dari follower Anda terhadap postingan yang Anda bagikan.

Jika Anda posting jarang yang ngelike atau komen, si calon pembeli juga ragu. Ini olshop beneran apa enggak si? Kok nggak ada yang ngelike?

Beberapa hal umum yang dilakukan untuk meningkatkan engagement :

  • Membuat postingan yang memancing interaksi, misalnya pertanyaan yang harus dijawab.
  • Melakukan variasi postingan non produk, misalnya kata motivasi yang mewakili perasaan follower.
  • Meminta follower untuk tag akun temannya di kolom komentar.
  • Komen pada postingan follower yang dianggap potensial.

Tips memancing engagement :

“Anda bisa bekerja sama dengan akun pribadi (atau membuat banyak akun pribadi) untuk selalu ngelike atau komen setiap kali Anda posting. Agar tidak kena banned, gunakan alamat email yang beda. Jika perlu, Anda punya beberapa HP.”

Bayangkan jika Anda posting, ada 20 akun (atau lebih) yang komen. Pasti follower Anda akan berubah pikiran. Dari yang tidak yakin menjadi yakin.

Dengan begini, Anda tidak lagi putus asa ketika jualan online di Instagram. Tenang, masih banyak jalan.

8. Tidak Mengoptimalkan IG Story dan Highlight

Sudah membaca artikel kami yang membahas betapa pentingnya Insta Story dan Highlight untuk meningkatkan jualan Anda?

Kalau belum, silahkan klik/sentuh link di bawah ini. Silahkan, Anda pelototin dengan baik.

Memangnya, materi itu membahas apa?

  • Bagaimana mengoptimalkan insta story untuk menarik pehatian follower.
  • Cara menumbuhkan kepercayaan follower dengan membuat testimoni di highlight.
  • Tutorial membuat highlight tahap demi tahap untuk orang awam.
  • Bonus cover highlight, tinggal download, tidak harus buat sendiri.

Ini dia linknya, langsung hajar :

Mantap! Inilah Cara Membuat Story dan Sorotan di IG yang Memancing Pembelian (Bonus Sampul)

9. Penyebab Jualan di Instagram Sepi Andalah Jarang Melakukan Paid Promote

Paid promote (promo berbayar), adalah teknik paling masuk akal untuk mendapatkan follower yang berkualitas.

Mengapa?

  • Follower hasil paid promote, kemungkinan besar tertarik dengan produk Anda.
  • Jika berupa promo, paid promote dapat dilakukan untuk mengejar closing.

Tapi seberapa bagus teknik paid promote agar jualan Anda di Instagram tidak sepi, tetap membutuhkan biaya.

Jadi, khusus untuk Anda yang belum atau jarang melakukan opsi paid promote, mohon untuk tidak gampang mengeluh, apalagi putus asa.

Tips paid promote :

“Jika Anda serius bermain di olshop di Instagram, alokasikan dana khusus untuk paid promote. Anda harus percaya bahwa akun olshop yang sukses, perjuangannya tidak mudah, termasuk modalnya juga besar.”

10. Belum Mengoptimalkan Giveaway

Giveaway (ngasih hadiah gratis), biasanya Anda gunakan untuk menambah follower.

Siapa yang mau barang gratis, diminta untuk follow akun Anda dan nge-tag akun temannya.

Nah, pernah kepikiran nggak untuk mengadakan giveaway tapi selain follower nambah, Anda juga dapat bonus database milik orang yang ikutan giveaway?

Apaan si kok aneh-aneh aja? Data apaan?

  • Nomor WhatsApp mereka.
  • Alamat email mereka.
  • Akun sosmed mereka.

Untuk apa data-data itu? Untuk lebih jelasnya, simak dulu nasihat berikut ini. Nanti akan ketahuan fungsi database itu untuk apa.

Yang jelas ini akan membuat Anda tidak putus asa ketika jualan online!

Cara Mengatasi Jualan di Instagram Sepi dan Anda Putus Asa Ketika Jualan Online

Menjual Adalah Sebuah Proses

Ya, menjual, termasuk di Instagram, adalah sebuah proses. Proses itu ya butuh waktu, tidak bisa langsung.

Proses yang seperti apa?

  • Mulai dari posting foto yang memikat.
  • Menawarkan beragam promosi.
  • Berinterasi dengan calon pembeli.
  • Menjalin hubungan baik.

Itu adalah proses yang cukup panjang, bukan?

Makanya tak jarang, seorang pejuang online (seperti Anda), membutuhkan waktu berminggu-minggu (atau bahkan berbulan-bulan) hanya untuk meyakinkan seseorang untuk membeli.

Karena menjual ada proses, maka semestinya tidak ada istilah sepi, apalagi gagal hingga putus asa. Semua karena usaha Anda memang belum optimal.

Sebagai penjual, pola pikir (mindset) semacam ini, harus Anda miliki terlebih dahulu.

Menjual Adalah Permainan Angka

Menurut master penjualan ternama, Antonius Arif, maksud dari permainan angka adalah berupa probabalitas (kemungkinan terjadi) dalam memprospek hingga membeli.

Probabalitas yang dimaksud di sini, adalah mengukur antara berapa jumlah follower dengan tindakan Anda memprospek mereka (mendekati, menawarkan, mengedukasi) dengan tingkat closing yang terjadi.

Agak susah dipahami, ya? Tenang, tapi intinya adalah :

“Seberapa efektif Anda melakukan pendekatan dengan follower, akan menentukan seberapa sering produk Anda terjual.”

Nah, yang pertanyaan adalah, “Apakah Anda sudah melakukan pendekatan kepada calon pembeli (follower Anda)?”

Menjual Adalah Membangun Trust

Menjual adalah membantu calon pembeli untuk mendapatkan produk yang benar-benar mereka inginkan.

Apapaun strategi di Instagram yang Anda lakukan, tentu saja bukan untuk membohongi mereka.

Karena kalau begitu, orang hanya akan membeli sekali saja, tidak melakukannya secara berulang (repeat order).

Maka dari itu, kuncinya adalah membangum trust (hubungan baik, keakraban).

Pertanyaan kami sekarang :

  • Apa yang sudah Anda lakukan untuk membangun hubungan baik dan menjalin keakraban dengan calon pembeli (follower) Anda?
  • Mungkinkah menjalin hubungan baik dapat dilakukan (dengan optimal) jika Anda tidak melakukan pendekatan secara pribadi?

Menjual Adalah Permainan Penolakan

Tidak ada seorangpun yang sangat ahli dalam menjual dan mengalami penolakan dalam penawarannya.

Menjadi penjual online di Instagram, berarti Anda harus mengalami beberapa kali penolakan setelah Anda menawarkan.

Dari hasil penolakan itulah, Anda kemudian menyimpulkan apa yang sebenarnya menyebabkan seorang menolak penawaran Anda.

Yang jadi masalah sekarang, bagaimana Anda bisa ditolak jika Anda sendiri belum pernah menawarkan secara pribadi?

Menjual Adalah Menerima Feedback

Ketika Anda menawarkan produk (secara pribadi) dan kemudian ditolak, Anda akan mendapatkan feedback (umpan balik).

Nah, di sanalah, Anda harus mempelajari itu, sekaligus memperbaiki strategi Anda.

Pertanyaan kami sekarang, bagaimana mungkin Anda mendapatkan umpan balik (untuk kemudian memperbaiki strategi), jika Anda tidak pernah menawarkan secara pribadi?

Solusi Mengatasi Jualan di Instagram Sepi

Jika Anda perhatikan dengan serius pada nasihat di atas, untuk mengatasi cara jualan di Instagram agar tidak sepi, salah satu solusi yang paling masuk akal adalah dengan :

“Menjalin hubungan lebih dekat dengan calon pembeli (follower) Anda”

Karena dengan menjalin hubungan baik secara pribadi, maka Anda dapat :

  • Menjalin komunikasi secara pribadi yang lebih akrab.
  • Menghubungi mereka untuk menawarkan promo tertentu.
  • Mengetahui mengapa mereka menolak penawaran Anda.
  • Mencari strategi terbaik untuk memperbaiki kesalahan penawaran Anda.

Tapi bagaimana mungkin, bukankah di Instagram kita tidak tahu siapa follower yang benar-benar berminat dengan produk kita?

Kalaupun akan kita kirimi pesan via DM (direct message), apakah nantinya tidak menganggu mereka?

Pertanyaan yang cerdas! Nah untuk itu, kami menawarkan pilihan untuk :

“Melakukan promo yang tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan follower saja, namun sekalian mendapatkan database mereka.”.

Dari database inilah (nama, nomor WA, email, info kontak lainnya), Anda akan menjalin hubungan yang lebih akrab dengan mereka via chat.

Lalu bagaimana idenya :

  • Siapkan promo berupa giveaway.
  • Buat syarat dan ketentuan giveaway yang mudah.
  • Siapkan Google Form untuk mengumpulkan data peserta giveaway.
  • Persiapkan postingan giveaway yang menarik.
  • Pastikan follower klik link di bio.
  • Pada link bio, follower akan mengisi data mereka.
  • Data follower terkumpul melalui Google Form.
  • Umumkan pemenangnya.
  • Lakukan follow up (mendidaklanjuti) secara pribadi.
  • Bersiap-siap untuk banjir oder.

Ide yang menarik nih! Tapi yang jadi masalah, bagaimana cara melakukan hal-hal yang sudah disebutkan di atas?

Apakah Anda mengalami masalah ini :

  • Bagaimana membuat form di Google Form?
  • Kasih contoh dong postingan giveaway yang menarik!
  • Nanti follow up lewat nomor WA atau apa?
  • Bagaimana kata-kata menawarkan? Kasih contoh dong!

Jika iya, kami akan membahas secara eksklusif pada materi berikutnya. Silahkan klik/tekan tombol “Baca Materi Selanjutnya” di akhir artikel ini.

Simpulan

Jika jualan di Instagram Anda sepi dan putus asa jualan online, cobalah untuk melakukan strategi yang tidak terlalu biasa, yaitu dengan mengumpulkan database lalu melakukan follow up. Dengan cara ini, Anda akan membangun keakraban (trust) dengan calon pembeli untuk meraih tingkat closing yang jauh lebih tinggi.

Pada artikel selanjutnya, kita akan membahas tutorial mengumpulkan database dengan Google Form agar penjualan Anda semakin banjir lagi. Silahkan langsung menuju TKP :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *