Database Pelanggan untuk Menjual 5x Lebih Laris, Buktikan

Database Pelanggan untuk Menjual 5x Lebih Laris, Buktikan!

Posted on

KontenBisnis.com – Database pelanggan adalah aset berharga yang memiliki manfaat namun tidak banyak diketahui oleh penjual online. Ibarat tabungan, Anda bisa mencairkan database menjadi uang tunai. Mari kita bahas.

Apa itu Database Pelanggan

Database bagi penjual online, adalah informasi kontak si pelanggan itu sendiri.

Bentuknya bisa berupa nomor WhatsApp, alamat email, Telegram dan informasi pribadi sejenis.

Ketika Anda melakukan chating melalui WhatsApp misalnya, Anda kemudian menyimpan kontak pelanggan, itu bisa disebut database.

Khusus untuk pembahasan kali ini, tidak akan terbatas pada database pelanggan saja. Termasuk juga calon pembeli dan juga pembeli.

Tentu Anda paham apa bedanya antara calon pembeli, pembeli dan pelanggan, bukan?

Manfaat Database Pelanggan

Apakah Anda pernah mengalami hal ini :

  • Chating di Facebook dan tidak mengarahkan calon pembeli untuk melakukan chat di WhatsApp.
  • Chating di WhatsApp dengan calon pembeli, ternyata tidak sempat closing.
  • Sempat closing, tapi lupa tidak menyimpan nomor WhatsApp pembeli.
  • Sudah menyimpan kontak pelanggan, tapi Anda tidak melakukan apa-apa.

Intinya, Anda tidak menyimpan dan mendata nomor kontak pelanggan.

Sekalipun Anda menyimpannya, Anda tidak menghubungi kembali, kecuali mereka menghubungi Anda lebih dulu.

Memangnya seberapa penting database pelanggan? Apa si manfaatnya?

Jawabannya sangat penting, terutama untuk kesuksesan penjualan Anda selanjutnya.

Manfaat database pelanggan adalah :

  • Menghubungi kembali, untuk menjalin hubungan baik.
  • Menjual kembali produk Anda dengan kemungkinan closing lebih tinggi.
  • Mengupayakan kesuksesan usaha Anda dalam jangka panjang.

“Dengan database, Anda memiliki peluang lebih tinggi untuk menjual produk Anda kepada target market yang tepat. Penjual online yang memahami pentingnya database, berarti sangat serius dalam memikirkan kesuksesan usahanya dalam jangka panjang.”

Apakah penjelasan di atas masih belum begitu mencerahkan? Baik, kita akan menyimak langkah memanfaatkan database pelanggan berikut ini. Silahkan disimak pelan-pelan :

Langkah Memanfaatkan Database Pelanggan

1. Mengarahkan Chat dari Facebook ke Chat WhatsApp

Jika Anda menggunakan Facebook personal sebagai tempat jualan, arahkan calon pembeli untuk chat di WhatsApp.

Mengapa?

  • WhatsApp terkesan lebih spesial, karena merupakan aplikasi chat pribadi.
  • Jika Anda dan calon pembeli sama-sama menyimpan kontak di phone book, Anda bisa memanfaatkan status WhatsApp untuk memosting promosi.
  • Follow up melalui WhatsApp lebih sering mendapatkan prioritas untuk dibuka ketimbang di Facebook Mesenger.

Agar calon pembeli tidak kesulitan, Anda bisa embuat link yang jika disentuh bisa langsung chat ke WhatsApp Anda.

Jika belum tahu caranya, kami sudah sempat membahas pada materi ini.

2. Minta Izin Menghubungi Kembali

Setelah Anda mengakhiri chating dengan seseorang, baik terjadi closing maupun tidak, biasakan meminta izin untuk menghubungi kembali.

Namun yang harus diperhatikan, Anda juga harus memastikan bahwa teknik chating sebelumnya sudah benar, tidak asal-asalan.

Jika belum mengetahui tekniknya, silahkan baca dulu artikel berikut ini :

Teknik Chat yang Baik Agar Pembeli Langsung Transfer, Mantap!

Lalu, bagaimana cara meminta izin untuk menghubungi kembali agar seseorang yang chat dengan Anda akan dengan rela mengizinkannya?

Cobalah Anda menggunakan kalimat ini ketika akan mengakhiri percakapan :

“Terima kasih kak Renita sudah menghubungi Almas Shop ya? Senang sekali rasanya bisa bisa membantu dan melayani kakak.

Sekedar info untuk kak Renita, nih. Biasanya, pada momen-momen tertentu, kami memberikan banyak sekali promo. Mulai diskon, bonus dan banyak kejutan menarik lainnya.

Mohon maaf, apakah kak Renita tidak keberatan jika suatu saat kami menghubungi kakak kembali melalui nomor kontak ini?”

Nah, seperti itu contohnya, silahkan gunakan untuk mengakhiri percakapan.

Dengan demikian, Anda akan mendapatkan manfaat databse pelanggan yang nantinya sangat berguna.

Setelahnya, segera lakukan hal ini :

  • Jika dia mengizinkan, simpan kontaknya.
  • Namun jika tidak mengizinkan, jangan menyimpannya.
  • Bagimana jika tidak membalas? Saran kami, tak perlu menyimpan.

Mudah bukan? Sekarang kita lanjutkan ke tahap berikutnya.

3. Menyimpan Kontak dalam Kategori

Berikan kode berupa huruf W dan H di depan nama kontak tersebut. Misalnya W Renita, H Mutia.

Itu adalah kode untuk membedakan target market. Apa artinya?

Begini, sebenarnya target market itu ada 3, yaitu cold market, warm market dan hot market :

  • Cold Market adalah mereka yang sama sekali belum mengenal Anda dan produk Anda.
  • Warm Market adalah mereka yang sudah mengenal Anda dan produk Anda, tapi belum sempat membeli.
  • Hot Market adalah mereka yang sudah mengenal Anda sekaligus pernah membeli produknya.

Jika seseorang sudah pernah chating dengan Anda, anggap saja mereka masuk dalam kategori warm market (atau disingkat W).

Tapi jika ada yang pernah beli, silahkan simpan sebagai hot market (disingkat H).

Untuk apa harus diberi kode W atau H di depan nama kontak? Jawabannya, untuk membedakan jenis pesan yang akan dikirim nantinya.

Orang dengan kategori W dan H akan berbeda pendekatannya. Misalnya seperti ini :

  • Orang yang belum pernah beli (W), akan cocok untuk dikirim pesan bernada sapaan hangat, edukasi ringan dan sejenisnya.
  • Sementara, mereka yang pernah beli (H), akan tepat dikirimi pesan yang bernada promo atau menanyakan kebermanfaatan produk. Tujuannya, agar order kembali.

Menarik, bukan?

Untuk merubah mereka yang belum membeli (W) menjadi membeli (H), ada tahapannya.

Mulai dari menyapa, mengedukasi, hingga menawarkan promo. Itu dilakukan agar pendekatan Anda terkesan alami dan tidak mengganggu target market.

Sampai di sini Anda semakin paham dengan alur untuk menggali manfaat database pelanggan, bukan? Jika iya, mari kita lanjut ke tahapan selanjutnya.

4. Menjalin Hubungan Baik (Trust)

Banyak ahli penjualan yang menyatakan bahwa menjalin hubungan baik (trust) adalah kunci untuk menggapai kesuksesan usaha dalam jangka panjang. Kami harap, Anda pun setuju.

Manfaat menjaga hubungan baik, diantaranya :

  • Anda akan dianggap sebagai rekan, bukan semata penjual.
  • Orang akan berpikir positif terhadap promo Anda.
  • Kepercayaan terhadap diri Anda akan meningkat.
  • Penawaran produk akan menuai respon positif.

Masalahnya, ketika jualan online, Anda tidak bisa bertatap muka, bukan? Lalu, bagaimana cara menjalin hubungan baik secara online?

Kami ada ide untuk mengatasi hal ini. Caranya, adalah dengan memberikan sapaan yang mengandung manfaat dan nilai-nilai kebaikan.

Seperti ini contoh kalimat pesannya :

Selamat pagi Kak Renita, bagaimana kabar kakak hari ini?

Saya Cindy dari Almas Shop, senantiasa mendoakan semoga kak Renita dan keluarga senantiasa sehat selalu ya?

Sekedar info saja, nih. Menurut sumber yang kami peroleh dari laman alodokter.com, ternyata 80% penyebab timbulnya jerawat disebabkan oleh perubahan hormon lho, kak.

Pada perempuan, umumnya jerawat akan muncul di masa-masa menjelang menstruasi dan bulan-bulan pertama menjelang kehamilan.

Sekadar berbagi tips, jika kakak tengah melewati masa-masa seperti di atas, kami menyarankan agar lebih ekstra lagi dalam merawat kulit wajah.

Salah satu caranya, adalah rajin membersihkan sisa makeup, istirahat yang cukup, menghindari stres dan rajin berolah raga. Dengan demikian, potensi untuk munculnya jerawat berlebih dapat dikendalikan.

Demikian, tips singkat dari Almas Shop, semoga bermanfaat.

Sekali lagi, kami senantiasa mendokan semoga kakak dan orang-orang yang kakak sayangi senantiasa sehat dan mendapatkan berlimpah kebaikan, ya?

Salam hangat

Cindy – Almas Shop

Kurang lebihnya seperti itu.

Silahkan, Anda dapat membuat sapaan bermanfaat lainnya sesuai produk Anda masing-masing.

Kuncinya, setiap produk pasti akan ada hal-hal menarik yang bernilai edukasi.

Perlu diingat juga, jangan memberikan edukasi semacam itu setiap hari, nanti membosankan.

Anda dapat melakukan seminggu sekali, dua minggu sekali, atau sesuai kebutuhan.

5. Melakukan Evaluasi

Melakukan evaluasi artinya mengamati dan merenungkan apakah langkah-langkah pendekatan seperti di atas cukup efektif?

Jika efektif, silahkan melanjutkan ke tahap menawarkan promo.

Lalu, efektif yang dimaksud yang seperti apa? Kurang lebihnya seperti ini :

  • Jika seseorang yang dikirimi pesan seperti di atas membalas dengan balasan positif, tentu inilah yang disebut paling efektif.
  • Namun jika tak pernah membalas, akan ada dua kemungkinan, antara suka dan tidak suka.

Mereka yang membalas, misalnya dengan kalimat, “Terima kasih infonya”, atau sejenisnya, dapat segera Anda kirimi pesan penawaran promo.

Akan tetapi, jika sama sekali tidak membalas setelah Anda mengirimkan pesan hingga 3-4 kali, cobalah untuk menyisipkan kalimat seperti ini di akhir pesan berikutnya :

“Kami sangat berbahagia dapat membagikan pesan bermanfaat ini kepada kakak. Namun jika kakak tidak menginginkan pesan kembali, kakak bisa membalas pesan ini dengan mengetik “STOP” . Terima kasih.”

Catatan semacam itu disisipkan untuk memastikan bahwa seseorang tidak merasa terganggu dengan kehadiran pesan Anda. Ini akan memberikan kesan bahwa Anda sangat menghargai kenyamanan seseorang.

Lalu bagaimana jika tetap tidak membalas? Tidak masalah, anggap saja dia tidak mempersoalkan.

Selanjutnya, kita lakukan langkah menawarkan promo menarik seperti di bawah ini.

5. Menawarkan Promo Menarik

Anda mungkin sempat bertanya dalam hati, mengapa harus menawarkan promo, bukan menawarkan produk? Mari kita simak alasannya :

  • Pada chating paling awal, bukankah Anda sudah menawarkan produk?
  • Kali ini, tentu Anda wajib menawarkan promo yang jauh lebih menarik dari promo sebelumnya, bukan?
  • Tujuannya, agar penawaran dapat menggugah keinginan untuk membeli.

Cukup masuk akal? Ya, inilah saatnya Anda menggali berbagai hal yang memungkinkan seseorang dapat membeli.

Misalnya, diskon lebih besar, bonus produk lain, gratis ongkos kirim, dan sebagainya.

Anda dituntut untuk lebih cermat dalam hitung-hitungan. Sekalipun akan terus ada promo, pastikan Anda tetap mendapat keuntungan.

Oh, ya, kegiatan menawarkan promo seperti di atas, ternyata ada banyak sekali strateginya agar segera closing, lho.  

Beberapa diantaranya :

  • Menawarkan produk lain dengan harga yang lebih murah, agar seseorang tetap membeli.
  • Menyebutkan keterbatasan produk, agar calon pembeli semakin panik dan akhirnya membeli.
  • Dan masih banyak lagi rahasia lainnya.

Untuk mengungkap rahasia itu, Anda bisa menyimak artikel berikutnya.

Mendapatkan Lebih Banyak Database Tertarget

Mungkin ada yang sempat kepikiran, bahwa database yang diinginkan adalah cara mendapatkannya, bukan dengan chating seperti ini.

Khusus untuk Facebook, mendapatkan database dapat dilakukan dengan membuat iklan berbayar di Facebook Ads.

Tapi jika di Instagram, Anda bisa lebih mudah mendapatkan database tertarget dengan cara yang lebih simpel.

Jika Anda tertarik juga untuk membuat olshop di Instagram dan mendapatkan lebih banyak database, silahkan ambil materi gratis ini.

jago jualan di instagram
Pilih tombol “Saya Mau!” di bawah ini :

Simpulan

Database pelanggan ternyata memiliki manfaat luar biasa bagi kesusksesan usaha jangka panjang. Dengan database pelanggan, Anda dapat melakukan pendekatan, menjalin hubungan baik dan akhirnya produk akan terjual dengan mudah. Database adalah aset bernilai, Anda harus pandai memanfaatkannya.

Pada materi selanjutnya, kita akan belajar tentang carpaling rahasia untuk memikat calon pembeli di Facebook agar segera transfer dan tidak menunda-nunda! Silahkan pilih “Baca Materi Selanjutnya” berikut ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *