Cara Menarik Pelanggan ke Toko Anda dengan Memahami Karakternya

Cara Menarik Pelanggan Toko Anda dengan Memahami Karakternya

Posted on

KontenBisnis.com – Cara menarik pelanggan ke toko Anda adalah dengan memahami karakternya. Jika sudah tahu, mereka akan menceritakan kebaikan toko Anda dari mulut ke mulut. Akhirnya, pelanggan Anda semakin banyak. Penasaran?

Mengapa Cara Menarik Pelanggan Toko Harus Mengetahui Karakternya?

Mungkin Anda akan bertanya, apakah pelanggan harus diketahui karakternya? Untuk apa, dan apa manfaatnya?

Kalau menurut kami, jelas penting. Bahkan saking pentingnya, mengetahui karakter pelanggan merupakan salah satu bagian dari pelayanan prima.

Tujuannya akhirnya, tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk meningkatkan penjualan.

Lho, kok bisa?

Jadi begini. Kemampuan Anda dalam memahami karakter pelanggan, nantinya akan dijadikan semacam strategi komunikasi yang menarik.

Dengan cara itu, citra usaha Anda akan semakin dikenal baik dan menyenangkan.

Kalau sudah begitu, pelanggan akan :

  • Puas dan terkesan.
  • Kembali mengunjungi toko Anda.
  • Menceritakan pada orang lain atas kepuasannya.
  • Orang lain penasaran.
  • Mereka datang ke toko Anda.
  • Toko Anda semakin laris.

Karyawan Anda Juga Harus Tahu Cara Menarik Pelanggan Toko dengan Memahami Karakternya

O, ya. Jika Anda kebetulan memiliki karyawan, pemahaman tentang karakter pelanggan sebagai cara menarik pelanggan toko, juga harus segera ditularkan kepada mereka.

Ini penting, sebab karyawan adalah barisan terdepan yang bersinggungan langsung dengan pelanggan.

Tapi, ngomong-ngomong, biar bagaimanapun juga, mencoba memahami karakter pelanggan masuk dalam tindakan preventif eksternal.

Artinya, Anda akan mengamati karakteristik seseorang di luar tim Anda.

Nah, sebelum menelisik lebih jauh karakter orang lain, secara internal, ada baiknya tim Anda juga harus sudah mematuhi Standard Operating Procedure (SOP) pelayanan yang ditetapkan.

Jadi jangan sampai Anda akan melakukan tindakan pengamatan, sementara tim Anda belum kuat karakter pelayanannya.

Itu sama saja berupaya mengoreksi, tapi Anda sendiri belum memiliki kematangan dalam melayani.

Oleh karena itu, upayakan karyawan Anda untuk selalu :

1. Menghindari Membuntuti 

Bagi pelanggan, persepsi membuntuti itu ada dua :

  • Pertama untuk melayani.
  • Kedua, mengganggu kenyamanan.

“Karena Anda tidak bisa membaca pikiran pelanggan, maka Anda harus senantiasa mengkomunikasikan segala sesuatunya.”

Kayaknya nih, sejauh yang kami amati, jarang kami menyaksikan pedagang yang mencoba mengkomunikasikan hal semacam ini.

Biasanya kalau tidak membuntuti ya membiarkan.

Membiarkan tapi mengawasi melalui CCTV mungkin lebih baik. Tapi jika hal itu ternyata tidak efektif, maka mengkomunikasikan akan menjadi pilihan yang boleh dicoba.

Sampaikan saja apa adanya, misalnya dengan kalimat seperti ini nih :

  • “Silahkan lihat-lihat dulu, Pak. Jika membutuhkan, kami akan segera datang membantu.”
  • “Maaf, Bu. Mau langsung kami bantu sekarang, atau mau lihat-lihat dulu?”

Kurang lebihnya seperti itu.

Dengan menerapkan hal itu, Anda bisa memahami apa yang pelanggan inginkan.

Jadi, resiko kesalahan metode pengawasan yang berbuntut salah duga dapat dihindari. Ini merupakan cara menarik pelanggan toko yang lebih santun.

2. Tidak Memotong Pembicaraan

Tips yang kedua, adalah tidak memotong pembicaraan. Ingat yang dipotong pembicaraannya, bukan yang sedang berbicara. Hiks.

Ketika pelanggan sedang berbicara, biarkan ia menyelesaikannya terlebih dahulu.

Setelah selesai dan ada yang perlu dijawab, baru gantian Anda atau karyawan Anda yang menjawab.

Mengapa memotong pembicaraan tidak diperbolehkan? Tentu saja, karena itu merupakan hal yang tidak sopan.

“Memotong pembicaraan menunjukkan karakter yang keras kepala dan egois.”

Apalagi, ini berhubungan dengan pelayanan, maka usahakan benar-benar diperhatikan.

Jangan sampai, pelanggan malah tidak menyukai Anda gara-gara suka memotong pembicaraan.

Oleh karena itu :

  • Cobalah untuk menjadi pendengar yang baik dan belajarlah untuk menghargai orang lain.
  • Pelanggan akan merasa senang jika sedang berbicara, Anda mendengarkan dan memperhatikan dengan seksama.

Mereka akan merasakan energi perhatian dan kebahagiaan. Dan Anda, adalah orang yang dianggap membagi kebahagiaan itu.

Menyenangkan sekali, bukan? Please jangan jawab bukan.

3. Tidak Membandingkan dengan Pelanggan Lain

Ada saja pedagang yang suka mengoceh dengan cara membanding-bandingkan satu pelanggan dengan pelanggan lainnya.

Misalnya :

  • “Pak Tono beli juga lho”
  • “Bu Ita malah beli banyak”

Mungkin tujuannya untuk melariskan suatu produk. Tapi dalam kondisi tertentu, bisa membuat pelanggan merasa tersinggung.

Ya iyalah, mereka merasa diperbandingkan.

Namanya pelanggan kan memiliki tingkat kepentingan atau kebutuhan yang berbeda-beda terhadap produk.

Jadi, tidak bisa disamaratakan. Termasuk keadaan koceknya juga beda-beda.

Saran kami :

  • Berikan kebebasan kepada pelanggan untuk memilih.
  • Tidak perlu memprovokasi dengan cara membanding-bandingkan.

“Tugas Anda hanyalah menginformasikan tentang keunggulan suatu produk, bukan memprovokasi, apalagi dengan cara membandingkan.”

Nah, salah satu informasi yang patut Anda sampaikan, adalah fakta bahwa produk tersebut sudah banyak dibeli. Kalau yang ini si boleh, tapi jangan menyebut nama, ya?

4. Tetap Rendah Hati

Dalam kegiatan usaha Anda sehari-hari, pasti akan menghadapi berbagai tipe pelanggan, itu pasti.

Kalau pelanggan yang enak si oke, tapi kalau bawel, mungkin akan menjadi tantangan tersendiri.

Pesan kami, tetaplah rendah hati dan jangan terpancing.

“Melayani pelanggan yang bawel dan yang baik hati, semestinya tidak ada bedanya, sama saja. Emosi harus tetap stabil dan terjaga.”

Salah satu cara untuk mengerem agar emosi, adalah dengan memiliki sifat rendah hati.

Apapun yang pelanggan ungkapkan, harga diri Anda tidak akan jatuh jika Anda tetap rendah hati.

Atau dalam skala yang lebih luas, sama artinya bahwa image usaha Anda tetap terjaga.

Kesimpulannya, apapun karakter buruk pelanggan Anda, (cerewet, sombong, banyak tanya, curigaan dan sebagainya), Anda harus :

  • Tetap rendah hati dalam menyikapinya.
  • Tidak ada bedanya di hadapan Anda, dan itu adalah resiko Anda.

Bahkan, jika Anda menghadapi pelanggan yang mencuri, Anda pun harus tetap rendah hati. Tidak boleh Anda menunjukkan karakter benci atau dendam.

Biarkan aturan yang menangani, bukan pribadi Anda. Secara pribadi, Anda tetap menjadi pedagang yang baik dan rendah hati.

Inilah Jenis Karakter Pelanggan dan Cara Menarik ke Toko Anda

1. Lebih Aktif Kepada Perlanggan yang Pendiam

Pelanggan pendiam sudah pasti sedikit bicaranya.

Kadang-kadang, malah ia lebih memilih diam ketika ada sesuatu yang ia sendiri sebenarnya belum begitu paham. Aneh, ya?

Menghadapi pelanggan dengan jenis ini memang lumayan membingungkan.

Solusi menghadapi pelanggan yang pendiam :

  • Usahakan Anda lebih aktif dan memancing pembicaraan tentang apa-apa yang mungkin ia butuhkan.
  • Jangan menunggu ia berbicara dulu, namanya juga pendiam.

Karena tidak banyak bicara, termasuk juga biasanya tidak banyak tanya, maka segala informasi yang diperlukan harus Anda sendiri yang berinisiatif menyampaikan.

“Jika informasi yang Anda sampaikan tidak jelas karena pelanggan yang pendiam Anda pikir tidak membutuhkan informasi apa-apa, maka bisa berakibat fatal.”

Salah-salah, Anda tidak tahu jika diam-diam ia kecewa dan enggan datang lagi. Nah, tuh.

2. Cara Menarik Pelanggan Toko yang Cerewet dengan Mengikuti Alur Berpikirnya

Pelanggan yang cerewet pastinya sangat aktif berbicara.

Tingkat kesulitan untuk menghadapi pelanggan jenis ini adalah untuk menyampaikan sesuatu yang akan Anda informasikan.

Namanya juga cerewet, pasti banyak bicara dan susah dijeda.

Solusinya menghadapi pelanggan cerewet :

  • Anda harus tetap tenang.
  • Biarkan ia berbicara dulu, dan katakan iya-iya saja.
  • Posisikan Anda sebagi dirinya, dan ikuti alur berpikirnya.

Agar Anda bisa menyela pembicaraan, mulailah menumbuhkan rasa empati, sanjung jika perlu.

Setelah dia mulai mengendur, mulailah masuk dan menginformasikan sesuatu.

“Ketika menghadapi pelanggan yang cerewet, Anda dituntut untuk bisa menguasai situasi.”

Ketika ia lengah dan sesekali ada jeda untuk masuk, di situlah Anda mulai menyampaikan sesuatu.

3. Pelanggan Sombong? Puji Kesombongannya

Pelanggan yang sombong biasanya terlalu bangga dengan dirinya.

Biasanya si, mereka akan memamerkan dua hal :

  • Pertama adalah kemampuan atau pengetahuannya.
  • Kedua adalah apa-apa-apa yang mereka miliki.

Asal Anda tahu nih, tipe pelanggan seperti ini sebenarnya mudah dipengaruhi.

“Orang yang sombong itu bisa diarahkan untuk membeli suatu produk, tentunya dengan memanfaatkan kesombongannya.”

Tapi ingat ya, memanfaatkan di sini bukan berarti merugikan atau mengambil kesempatan atas kelemahan seseorang. Namun yang kami maksud, adalah untuk mempercepat transaksi.

Cara Menarik Pelanggan ke Toko Anda dengan Memahami Karakternya

Cara menghadapinya pelanggan yang sombong :

  • Biarkan ia berbicara.
  • Berikan kesan bahwa Anda setuju sepenuhnya.
  • Anda harus tetap sopan dan rendah hati.
  • Sanjung tentang apa yang disombongkan.
  • Ungkapkan bahwa Anda sangat salut dan respek terhadap dirinya.
  • Arahkan untuk membeli produk yang sedang ia minati.
  • Jika ada produk yang lebih mahal, silahkan tawarkan.

Jika ternyata kesimpulannya ia hanya sombong saja, dan tak mampu beli yang lebih mahal, maka persilahkan untuk memilih mana yang ia mau, jangan diprovokasi.

Ketika mereka diberikan keleluasaan dalam memilih, maka cara menarik pelanggan toko akan lebih mudah dilakukan.

4. Harus Pintar Berhitung untuk Menarik Pelanggan yang Hemat

Pelanggan yang hemat akan memperhitungkan dua hal :

  • Untung dan rugi terhadap produk yang akan dibeli.
  • Manfaatnya produk yang dirasa tidak sebanding dengan harga.

Hemat dalam stadium akhir akan menjelma menjadi pelit.

Mereka tidak lagi berorientasi pada harga dan kualitas yang semestinya sebanding, tapi kalau bisa malah lebih besar manfaatnya dibanding uang yang ia bayarkan.

Untuk menghadapi pelanggan jenis ini, Anda harus :

  • Bisa memberikan analisa atau perhitungan yang detail terhadap nilai produk yang sedang ia minati.
  • Mengajak berhitung dengan cara menyeimbangkan dengan manfaat produk.

“Salah satu menghadapi pelanggan yang hemat adalah membandingkan dengan produk lain yang lebih mahal tapi manfaatnya hampir sama.”

Anda juga harus memiliki pengetahuan tentang produk ketika sedang berbicara.

5. Pelanggan yang Pembanding Harus Diatasi Dengan Alasan yang Logis

Pelanggan dengan tipe pembanding akan membandingkan harga di toko lain dengan harga di toko Anda.

Mereka akan bertanya, mengapa di toko Anda justru lebih mahal, sementara di toko lain murah? Nah, bingung kan?

Untuk menangani pelanggan yang seperti ini, ada beberapa hal yang bisa lakukan :

  • Buat kebijakan level harga.
  • Berikan diskon produk atau diskon belanja.

Khusus untuk level harga, diskon produk dan diskon belanja, dapat Anda lakukan jika menggunakan aplikasi EQioZMart.

Untuk tahu lebih jauh tentang aplikasi ini, silahkan klik gambar berikut ini :

Cara Menarik Pelanggan Toko Anda dengan Memahami Karakternya

6. Lakukan Interogasi yang Santun Kepada Pelanggan yang Tidak Jujur

Bukan hal yang aneh jika ada saja pelanggan yang tidak jujur.

Tidak jujur yang umum adalah mencuri atau menyembunyikan suatu produk.

Selain itu, ada banyak lagi macamnya jenis ketidakjujuran lainnya. Misalnya :

  • Tidak jujur dengan uang kembalian setelah meninggalkan kasir
  • Membayar dengan uang yang bukan asli (palsu).
  • Retur tidak sesuai kondisi awal.

…dan sebagainya.

Jika ketidakjujuran itu berupa mencuri, Anda berhak memutuskan untuk menangani saat itu juga, atau bisa juga mengamati hingga dua hingga tiga kali.

Itu si terserah Anda, asalkan ada buktinya.

Prinsip menangani pelanggan yang tidak jujur itu tidak mudah, karena riskan tersinggung.

Oleh karena itu sebisa mungkin Anda sudah melakukan tindakan pencegahan (preventif) sejak awal.

Caranya dengan memasang kamera CCTV atau menempelkan tulisan yang memberitahukan bahwa jika ada pencurian akan dilaporkan ke pihak berwajib. Ini untuk menakut-nakuti.

Jika kasus pencurian sudah dilakukan beberapa kali oleh seorang pelanggan, maka :

  • Carilah bukti yang cukup
  • Lakukan klarifikasi pada waktu yang tepat.

Sebisa mungkin, proses penanganannya tidak di lokasi yang banyak orang, tapi di ruangan khusus. Caranya adalah :

  • Ajak ia berbicara dan katakan bahwa ada tim Anda hendak mengobrol.
  • Pastikan Anda sudah mengetahui dimana ia menyembunyikan barang bukti.
  • Lakukan interogasi secara lunak, dan Anda tetap rendah hati.

Untuk ketidakjujuran yang lainnya, misalnya menyangkut :

  • Uang kembalian yang dibilang kurang
  • Pakai uang palsu, dan
  • Retur yang tidak sesuai kondisi awal.

Salah satu caranya adalah dengan memperkuat prosedur pelayanan di toko Anda.

“Salah satu efektif adalah menangani pembeli yang tidak jujur adalah memperkuat prosedur pelayanan di toko Anda.”

Jika Anda menghadapi pelanggan yang tidak jujur dengan kembalian, silahkan minta pelanggan untuk menghitung ulang kembalian di depan meja kasir.

Beri catatan di depan kasir bahwa komplain kembalian hanya dilakukan di depan kasir. Setelah meninggalkan kasir, tidak berlaku.

Untuk menghindari uang palsu, Anda bisa membeli alat deteksi uang palsu.

Sedangkan retur yang tidak sesuai kondisi awal, lakukan pengecekan bersama sebelum pelanggan meninggalkan toko.

Tanyakan kembali, “Barangnya sudah dicek dan ternyata tidak ada masalah ya pak?”

7. Pelanggan Toko yang Curigaan, Atasi dengan Ketegasan yang Tulus

Ada saja pelanggan yang hawanya selalu curigaan.

Curiga kalau :

  • Harganya sengaja dimahalkan.
  • Anda menjual produk palsu.
  • Dan masih banyak lagi.

Ini adalah hal yang wajar, tak perlu dianggap berlebihan.

Dikatakan sebagai hal wajar, karena biasanya pelanggan yang memiliki sifat curigaan mungkin pernah mengalami pengalaman buruk.

Baik itu di toko lain maupun di toko Anda sendiri.

Mereka khawatir, pengalaman buruk itu akan terulang kembali.

Jadi wajar dong, jika kemudian merasa curiga. Anda tidak boleh cepat tersinggung dengan hal ini.

Jika Anda menemui pelanggan tipe ini :

  • Katakan (dengan rendah hati) bahwa Anda tidak seperti yang dipikirkan.
  • Yakinkan bahwa Anda sedang melakukan hal-hal yang terbaik, itu saja.

Tapi ingat, dalam hal ini Anda harus memastikan bahwa Anda memang tidak sedang membohongi.

Jangan sampai Anda berupaya meyakinkan, tapi Anda sendiri malah punya niat yang tidak baik.

Atau jika berhubungan dengan produk, akan berbahaya jika Anda sendiri tidak memiliki pengetahuan tentang produk.

Misalnya Anda bilang bukan palsu, tapi Anda sendiri Anda tidak yakin apakah palsu atau tidak.

Jika ternyata palsu, Anda mau bilang apa coba?

Yee, akhirnya Anda bisa malu sendiri tuh! Makanya, miliki pengetahuan tentang produk, itu sudah berkali-kali kami ingatkan.

Anda boleh-boleh saja menjual barang KW 2 atau KW 3 atau KW 10, tapi pastikan Anda tahu tentang itu.

Jangan sampai barang KW tapi Anda ngotot bahwa itu benar-benar bukan KW.

“Untuk menghadapi pelanggan yang curigaan, cobalah Anda untuk memiliki pengetahuan tentang produk yang lebih banyak lagi”

8. Cara Menarik Pelanggan Toko yang Banyak Tanya karena Pemula, Adalah Bersabar

Pelanggan yang masih pemula biasanya ada yang memiliki karakter banyak tanya. Tanya ini, tanya itu, semuanya ditanyakan.

Melayani tipe pelanggan yang seperti ini, tentu saja Anda harus bersabar. Mau bagaimana lagi, nyatanya ia memang belum tahu, jadi wajar jika banyak tanya, kan?

Solusinya, agar pelanggan tipe ini tidak menanyakan tema yang sama secara berulang-ulang, ada baiknya :

  • Anda menyampaikan informasi secara utuh.
  • Tidak setengah-setengah alias mengambang.

Mengapa harus utuh? Karena jika setengah-setengah, akan berpotensi menimbulkan pertanyaan baru.

“Jika Anda memberikan informasi setengah-setengah, maka akan menimbulkan lebih banyak pertanyaan bagi pembeli yang banyak tanya”

Begitu terus-menerus sampai samudera Hindia menjadi lautan es krim yang lezat.

Misalnya Anda bilang produk itu aman, Anda juga harus jelaskan amannya yang seperti apa?

  • Jika digunakan tidak dengan prosedur tertentu, apakah masih aman?
  • Atau harus ada prasyarat apa?

Silahkan ceritakan dengan jelas.

9. Begini Cara Menarik Pelanggan Toko yang Sudah Terlanjur Baik Hati

Pelanggan yang baik hati tentunya tidak perlu diapa-apakan lagi. Namanya saja baik hati, pastinya tidak akan menjadi masalah.

“Eh, siapa bilang?”

Kami tidak setuju jika pelanggan yang baik hati dibiarkan begitu saja tanpa diberi perlakuan khusus.

Sebab, hari ini mereka bisa baik hati, esok atau lusa belum tentu, lho.

Jika ada sesuatu yang tidak menyenangkan di toko Anda, tidak mustahil dia akan pindah te toko sebelah.

Oleh karena itu, dalam prinsip melayani, ada dua hal yang harus dilakukan :

  • Tetap menjaga hubungan baik.
  • Anda terus melakukan inovasi pelayanan.

Nah, satu hal yang juga perlu kami ingatkan, melayani pelanggan yang berkarakter baik jangan sampai membuat Anda kehilangan kontrol.

Mentang-mentang baik, Anda malah seenaknya sendiri.

Jangan seperti itu, ya?

Kami mengingatkan hal itu karena banyak pedagang yang sering kebablasan.

Karena seorang pelanggan dianggap baik hati, malah pelayanannya dinomorduakan. Ini hal-hal yang harus Anda hindari.

Kembali lagi ke pemikiran awal, bahwa melayani pelanggan, bagaimanapun itu karakternya, tidak boleh menjadikan Anda membeda-bedakan.

Membedakan cara menghadapinya iya, tapi dalam hal pelayanan, tetap harus sama.

“Dalam hal pelayanan prima, Anda tidak diperbolehkan membeda-bedakan karakter pelanggan yang satu dengan yang lainnya.”

Khusus untuk Anda yang ingin terus berinovasi agar pelanggan semakin banyak yang datang ke toko Anda, kami memiliki beberapa ide inovasi yang bisa Anda coba.

Silahkan cek materi unik berikut ini :

Cara Jitu Meningkatkan Omset Penjualan dengan Melakukan Inovasi Cerdas

Simpulan

Cara menarik pelanggan toko dengan memahami karakternya, akan membuat pelayanan Anda semakin prima. Ini karena Anda pandai dalam menebar rasa simpatik. Tak peduli apapun karakternya, image usaha Anda akan tetap dianggap baik jika Anda pantang meninggalkan kesan yang menyebalkan bagi pelanggan.

Pada materi berikutnya, kita akan belajar tentang standar pelayanan prima untuk warung dan toko agar pelanggan tidak lari ke toko lain. Silahkan pilih “Baca Materi Selanjutnya” di bawah ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *