Cara Membuat Minimarket Mandiri, Sederhana Tapi Laris Manis

Cara Membuat Minimarket Mandiri, Sederhana Tapi Laris Manis

Posted on

KontenBisnis.com Cara membuat minimarket mandiri yang sederhana, tidak harus dengan biaya mahal. Mulai saja dengan fungsinya dulu, lalu kembangkan secara bertahap seperti pada penjelasan berikut. Penasaran?

Membuat Minimarket Mandiri Harus Mahal?

Anda mungkin berpikir, untuk merubah warung atau toko Anda menjadi minimarket, akan ada hal-hal memberatkan yang harus dipenuhi, misalnya :

  • Ruangan harus luas, paling tidak lebih dari 10 meter persegi.
  • Harus membeli rak minimarket yang harganya mahal.
  • Barang atau produk harus banyak dan lengkap.
  • Ada komputer yang digunakan sebagai alat kasir.

Dan sebagainya….

Apakah harus seribet dan semahal itu? Menurut kami, tidak harus.

Mengapa? Karena untuk membuat minimarket mandiri yang sederhana, kita bisa mengejar fungsinya dulu, tidak harus langsung pada bentuknya.

Kalau memang Anda punya cukup dana, akan dibuat semewah mungkin, silahkan saja. Itu malah bagus.

Tapi, jika Anda terkendala dengan berbagai keterbatasan, saran kami, jangan memaksakan diri.

Mulai saja dengan apa yang bisa Anda lakukan. Karena minimarket paling bagus adalah minimarket yang bisa Anda buat dengan kemampuan yang Anda miliki.

“Minimarket paling bagus adalah minimarket yang bisa Anda buat dengan kemampuan yang Anda miliki saat ini”

Setalah nantinya Anda mulai memetik hasilnya, pelan-pelan, rencanakan untuk terus meningkatkan.

Pahami Inti dari Minimarket

Minimarket adalah istilah umum yang sering kita dengar. Maksud dari minimarket sebetulnya adalah toko swalayan.

Ada tentu sudah paham, makna dari toko swalayan, artinya si pembeli dapat melayani dirinya sendiri (mengambil sendiri).

Jadi, ketika nantinya warung atau toko Anda akan dibuat menjadi minimarket, pastikan bahwa pembeli harus dapat melayani dirinya sendiri. Ini wajib.

Mengapa harus melayani diri sendiri?

Setidaknya, ada 2 alasan rahasia mengapa melayani diri sendiri (swalayan) sangat baik untuk kemajuan usaha Anda :

  • Pertama, kebebasan memilih produk
  • Kedua, peluang membeli lebih banyak

Kebebasan Memilih Produk : Adalah memberi kesempatan seluas-luasnya kepada pembeli untuk mencari produk yang diinginkan.

Fakta ini sebetulnya bukan permainan biasa, tapi sudah masuk lebih dalam ke ranah psikologis.

Tahukah Anda, hakikatnya, manusia adalah makhluk yang selalu menginginkan kebebasan dan cenderung untuk tidak mau dikekang?

Prinsip swalayan sebetulnya demikian. Melayani dirinya sendiri berarti memberi kebebasan kepada pembeli untuk menentukan otoritasnya sendiri.

Lalu yang jadi pertanyaan, apakah warung atau toko biasa (non swalayan), tidak memberikan kebebasan seperti yang dimaksud di atas?

Tentu saja. Ini karena masih ada penghalang (sekat) yang dianggap mengurangi kebebasan pembeli, misalnya :

  • Sekat pelayanan, artinya pembeli harus selalu tergantung pada pelayan toko.
  • Sekat display, artinya pembeli tidak bebas mengakses produk karena dibatasi oleh etalase.

Namun setelah zaman berkembang, apalagi sekarang sudah ada teknologi kamera pengintai (CCTV), penggunaan etalase dianggap sudah tidak relevan lagi.

Kok bisa?

Ini karena pengelola usaha lebih mementingkan produknya terjual lebih banyak daripada sekadar menjaga pola lama yang sebetulnya menyulitkan usahanya berkembang.

Peluang Membeli Lebih Banyak : Merupakan efek (akibat) atas kebebasan (otoritas) yang dimiliki oleh si pembeli.

Ketika seorang pembeli memiliki keleluasaan dalam mengakses (melihat-lihat) produk, akhirnya akan menimbulkan kesan rileks (santai).

Di sinilah, proses pengamatan visual akan direkam sebagai aktivitas mengeksplorasi, bukan semata-mata tindakan memilih yang justru dikendalikan oleh pelayan toko.

Gambaran singkatnya, perilaku mental yang dilakukan oleh seorang pembeli ketika mengunjungi toko swalayan adalah :

  • Dimulai dari perasaan rileks atau tenang.
  • Mencari-cari produk yang dibutuhkan.
  • Membandingkan dengan beberapa produk lain.
  • Memilih atau menentukan produk yang paling mewakili kebutuhan.
  • Melihat produk lain yang mungkin tidak dibutuhkan.
  • Mengamati atau menggali informasi produk lain tersebut.
  • Menyimpulkan bahwa ia juga membutuhkan produk itu.
  • Memutuskan untuk membeli lebih banyak produk.

Nah, kira-kira seperti itu gambarannya.

Makanya tidak heran, ketika Anda berkunjung ke toko swalayan, yang awalnya hanya berencana membeli beberapa produk, akhirnya semakin banyak yang dibeli, kan?

Nah, inilah saatnya Anda untuk membuat minimarket mandiri dengan cara yang paling sederhana!

Mulai Membuat Minimarket Mandiri yang Sederhana

1. Abaikan Konsep Toko Lama Anda

Seperti yang sudah kami singgung di bagian awal, untuk membuat minimarket sederhana, abaikan bentuk (konsep) toko Anda saat ini.

Mau warung atau toko yang cuma berukuran 5×4 meter (atau bahkan kurang), bodo amat. Yang penting, inti dari konsep swalayan nantinya dapat terpenuhi.

Hal  penting yang harus diperhatikan, karena Anda baru memasuki tahap perencanaan, tidak harus si pembeli langsung melayani dirinya sendiri.

Tapi, mulailah untuk mempersiapkan hal-hal kecil terlebih dahulu.

Jika modal Anda besar, mau langsung dibuat swalayan, silahkan saja.

Tapi jika Anda ingin memulai secara bertahap, kita main tipis-tipis dulu sambil jalan.

2. Awali dengan Mengganti Etalase Menjadi Rak Minimarket

Karena toko swalayan akan mengubah pembeli yang tadinya dilayani menjadi memilih sendiri, maka etalase yang tadinya tertutup, harus dirubah menjadi rak yang terbuka.

Jika Anda memiliki dana yang cukup, Anda boleh mengganti semua etalase menjadi rak minimarket.

Tinggal catat ukuran toko Anda, bawa ke toko yang menjual rak minimarket. Setelah itu, konsultasikan bentuk dan ukuran rak yang cocok. Bayar lalu diantar.

Tapi, jika Anda minim biaya, Anda bisa membeli satu atau dua rak terlebih dahulu.

Setelah itu, rencanakan akan ditempatkan pada lokasi mana yang kira-kira cocok.

Umumnya, rak minimarket terdiri dari dua jenis :

  • Rak single (biasanya ditempatkan mepet ke tembok)
  • Rak double (ditempatkan di tengah-tengah ruangan)
Cara Membuat Minimarket Mandiri, Sederhana Tapi Laris Manis

Karena dalam kasus ini Anda belum langsung akan mengubah menjadi swalayan, silahkan beli beberapa dulu, lalu gunakan untuk menggantikan etalase yang sudah ada.

Tips ketika membeli rak untuk minimarket mandiri Anda :

  • Jika Anda tidak membeli rak dalam satu waktu, upayakan ketika nantinya membeli lagi, gunakan model dan warna yang sama. Ini supaya terkesan rapih dan tidak berantakan.
  • Jarak antar rak (lorong) sebaiknya cukup lega (antara 90-120cm atau lebih). Ini agar orang yang belanja merasa nyaman dan tidak tabrakan.
  • Rak tidak harus membeli yang sudah jadi. Anda bisa membuat sendiri dengan bahan kayu, besi atau yang lainnya. Tapi yang penting, harus rapih dan enak dipandang.

3. Pelajari Cara Tampilan Produk (Display) untuk Minimarket Mandiri Anda

Setelah semua jumlah rak tercukupi, kini saatnya Anda mempelajari ilmu yang sangat penting agar produk Anda terjual lebih banyak.

Namanya adalah teknik display (tampilan) produk. Bahasa sederhananya, cara memajang produk yang baik dan benar.

Ada 3 fungsi yang harus dipenuhi ketika Anda melakukan display produk :

  • Pertama, fungsi estetika
  • Kedua, fungsi klasifikasi
  • Ketiga, fungsi strategi

Fungsi Estetika: adalah mengupayakan agar proses penataan produk mampu memberikan kesan indah, rapih, luwes, atau enak dipandang.

Untuk menjamin hal ini, upayakan:

  • Baik produk maupun rak harus tetap bersih, terutama jika tidak ber-AC
  • Bereskan agar tidak ada produk yang jatuh atau tercampur dengan jenis produk lain.
  • Ada label harga yang tercetak dengan jelas (kalau bisa jangan pakai tulisan tangan)

Fungsi Klasifikasi : Adalah menempatkan produk berdasarkan jenis dan fungsinya.

Misalnya, khusus produk perawatan tubuh, Anda tempatkan dalam rak tersendiri, tidak dicampur dengan produk makanan atau yang lainnya.

Beberapa urutan tips terkait klasifikasi produk :

  • Untuk mempermudah pembeli, pasang tulisan jenis klasifikasi produk (dengan ukuran besar dan mudah dibaca). Ini untuk mempersingkat pembeli menemukan produk.
  • Jika terpaksa harus menggabungkan dengan jenis produk lain (misalnya ada sisa tempat), hindari munculnya resiko kontaminasi.
  • Misalnya, ketika rak untuk produk makanan masih lowong, jangan menempatkan sabun atau deterjen di sampingnya.
  • Tapi, tempatkan di dekat produk lain yang aman dari bau atau resiko kontaminasi.

Fungsi Strategi : Adalah menempatkan produk agar seseorang tergiur untuk membeli karena mudah ditemukan, dijangkau, atau karena memiliki unsur pemikat lainnya.

Misalnya :

  • Snack yang disukai anak ditempatkan pada rak yang lebih rendah agar anak bisa melihat dengan jelas.
  • Produk-produk kecil yang selalu dibutuhkan (contoh :  batu baterai, pisau cukur), sengaja ditempatkan di kasir agar orang tidak lupa membeli.
  • Produk yang sedang diskon, ditempatkan di depan pintu masuk dan diberi tulisan besar-besar.
  • Dan masih banyak lagi teknik lainnya.

Secara khusus, fungsi strategi semacam ini, akan kami bahas lebih detail pada artikel berikut:

Cara Display Barang yang Baik dan Benar Agar Toko dan Minimarket Laris Manis

4. Persiapkan Meja Kasir Minimarket yang Efisien

Meja kasir adalah meja yang nantinya digunakan untuk menempatkan mesin kasir. Di meja itu pula, kasir menghitung dan mencatat belanjaan pembeli.

Meja kasir juga merupakan elemen penting ketika nantinya Anda menentukan cara terbaik membuat minimarket mandiri.

Oleh karena itu, sebisa mungkin bentuk (desain) meja kasir,  tidak sekadar untuk menempatkan mesin kasir, tapi dapat digunakan untuk menaruh produk, khususnya produk impulsif.

Apa itu produk impulsif?

Arti kata impulsif adalah bersifat cepat bertindak (spontan, tiba-tiba).

Jadi, produk impulsif adalah produk yang ketika orang melihat, ia akan bertindak dengan cepat (spontan) untuk membelinya.

Alasan membeli produk impulsif, kadang cukup unik. Bisa karena memang dibutuhkan atau karena sekadar ingin membeli.

Contoh produk impulsif misalnya :

  • Batu baterai (pasti dibutuhkan)
  • Pisau cukur (pasti dibutuhkan)
  • Permen (tidak selalu dibutuhkan)
  • Coklat (tidak selalu dibutuhkan)

Nah, sekarang kita kembali ke meja kasir.

Karena meja kasir akan digunakan untuk memajang produk, maka prinsipnya, jika semakin banyak produk yang muat, akan semakin baik.

Jadi, nantinya tidak sekadar untuk memajang produk impulsif saja. Tapi, bisa juga untuk memajang produk lainnya.

Misalnya, produk yang sedang ada promo atau bahkan produk yang disukai anak-anak.

Alasan produk seperti di atas di tempatkan di meja kasir :

  • Sembari melakukan transaksi, kasir dapat sekalian menawarkan produk promo yang ada di dekatnya.
  • Anak cenderung membuntuti orang tuanya. Ketika melihat produk yang ia senangi, biasanya akan meminta beli.

Saran kami, jika nantinya Anda ingin memesan meja kasir, upayakan agar seluruh bagian meja, dapat dimanfaatkan secara optimal.

  • Bagian atas, untuk menempatkan mesin kasir dan produk-produk tertentu.
  • Bagian depan atau samping, untuk menempatkan produk yang disukai anak-anak.
  • Bagian dalam, untuk menempatkan kantong plastik atau yang lainnya.
Cara-Membuat-Minimarket-Mandiri-Sederhana-Tapi-Laris-Manis4

Bagian yang juga tidak kalah penting adalah tembok belakang kasir. Anda dapat memberikan rak untuk menempatkan produk seperti rokok, susu, atau yang lainnya.

5. Persiapkan Mesin Kasir yang Simpel Tapi Canggih

Jika Anda mengamati minimarket terkenal, sekarang-sekarang ini lebih banyak yang menggunakan mesin kasir dengan ukuran kecil dan praktis.

Bentuknya, seperti tablet dengan layar sentuh.

Sudah cukup jarang yang menggunakan monitor komputer (tabung) yang berukuran besar.

Selain tidak makan tempat, dengan menggunakan semacam tablet, tentu akan menghemat listrik jika dibanding monitor dan CPU.

Sebelum memutuskan untuk membeli mesin kasir yang mahal untuk minimarket mandiri Anda, sebaiknya pertimbangkan untuk memanfaatkan apa yang ada.

Misalnya, dengan menggunakan aplikasi kasir yang tersedia di Google Play Store, fungsi mesin kasir sudah dapat terpenuhi dengan sempurna.

Cukup dengan HP Android biasa, Anda sudah memiliki mesin kasir.

Cara-Membuat-Minimarket-Mandiri-Sederhana-Tapi-Laris-Manis2

Saran kami, jika akan mendownload aplikasi kasir, pilih developer yang sudah terbukti menghasilkan aplikasi kasir terbaik dan cocok untuk UMKM.

Salah satu contoh aplikasi kasir adalah EQioZMart.

Untuk mempelajari lebih detail tentang EQioZMart, silahkan baca artikel berikut :

EQioZMart, Aplikasi Kasir untuk UMKM yang Siap Go Online

Perlu diingat, karena Anda akan menggunakan aplikasi kasir, nantinya, alat-alat pendukung lainnya, seperti :

  • Printer struk
  • Barcode scanner
  • Laci kas (cash drawer)

Harus Anda persiapkan atau membelinya.

Keuntungan yang Anda dapatkan ketika membeli sendiri alat-alat seperti di atas untuk membuat minimarket mandiri Anda semakin bagus, adalah :

  • Bisa memilih merk yang sesuai kondisi kantong Anda.
  • Khusus untuk barcode scanner, jika Anda belum sempat membeli, dapat menggunakan kamera HP.
  • Anda bisa membeli secara bertahap sambil melengkapi.

Mulai Menerapkan Konsep Swalayan di Minimarket Anda

Setelah semua sumber daya terpenuhi, kini saatnya Anda menerapkan konsep toko swalayan yang sudah Anda persiapkan secara bertahap.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, yang terpenting Anda mengejar fungsi dari swalayan itu sendiri. Masalah kelengkapan, bisa sambil jalan.

Kalau sudah seperti ini, berapapun ukuran toko Anda, tidak akan menjadi masalah.

Yang penting, Anda mengetahui cara membuat minimarket mandiri dengan konsep yang sederhana.

Nah, khusus untuk tampilan toko, hal utama yang harus Anda penuhi di awal-awal, adalah rapih dan bersih dulu. Baik dalam penataan rak maupun display produknya.

Sehingga, kesan yang akan muncul dari minimarket sederhana Anda, (walaupun tidak besar dan megah), tapi tetap enak dipandang.

Terkait dengan kesiapan Anda membuka toko swalayan, hal yang juga sangat perlu dipersiapkan adalah penggunaan aplikasi kasir.

Oleh karena itu, sebelumnya, Anda harus sudah belajar terlebih dahulu bagaimana cara mengoperasikan aplikasi EQioZMart.

Anda juga harus mengerti bagaimana caranya :

  • Memasukkan data produk (barang) ke sistem aplikasi EQioZMart
  • Menggunakan barcode scanner untuk memasukkan belanjaan ke aplikasinya
  • Mencetak struk menggunakan printer kasir
  • Menggunakan cash drawer untuk memberikan kembalian
  • Dan sebagainya

Nah, sebelum toko swalayan Anda terlanjur dibuka, pastikan Anda sudah mempelajari dan mempersiapkan hal tersebut.

Jangan sampai, toko swalayan Anda sudah terlanjur buka, tapi Anda belum menginput data produk ke aplikaisnya. Ini berarti Anda belum siap membuka minimarket.

Atau bahkan, Anda tidak bisa mengoperasikan aplikasi kasir sama sekali. Kan lucu, ya?

Saran kami, jauh hari sebelum memutuskan untuk merubah toko Anda menjadi minimarket sederhana, Anda harus sudah mendownload dan menggunakan aplikasi EQioZMart.

Jadi, ketika nantinya toko Anda sudah berubah menjadi minimarket, Anda tinggal memikirkan penempatan rak atau produknya saja. Tidak pusing menginput produk atau mempelajari cara kerja aplikasinya.

Ini akan jauh lebih ringan dan mempersingkat pekerjaan Anda.

Pelajari Cara Sederhana Melariskan Minimarket Mandiri Anda

Salah satu keuntungan membuat warung atau toko Anda menjadi minimarket mandiri adalah toko Anda yang kini berubah menjadi semakin berkelas.

Nah, faktor itulah yang membuat Anda bisa melakukan lebih banyak cara membuat minimarket mandiri maupun melariskan toko Anda. Misalnya :

1. Bermain-main dengan Harga

Hal-hal yang bisa Anda lakukan dengan harga adalah :

  • Membuat harga psikologis.
  • Promo-promo tertentu.
  • Memberikan diskon.

Membuat harga psikologis. Misalnya 21.00 menjadi 20.899, 50.000 menjadi 49.999, dan seterusnya.

Menurut penelitian, pembeli cenderung mengabaikan tiga digit terakhir pada label harga. Pada minimarket, hal seperti ini sah-sah saja.

Strategi harga psikologis semacam ini, dapat Anda lakukan untuk menimbulkan persepsi “lebih murah” jika dibanding pesaing (kompetitor) Anda.

Memberikan diskon atau promo lainnya. Jika dilakukan dengan kreatif, pemberian diskon dan promo akan sangat efektif untuk memperbanyak jumlah belanjaan pembeli.

Karena materi ini sangat menarik, kami sengaja membuatkan yang lebih lengkap untuk Anda.

Tentu, Anda diizinkan membacanya untuk semakin mempertajam pemahaman Anda terhadap cara membuat minimarket mandiri, silahkan simak :

Rahasia Membuat Harga Promo Diskon Supaya Orang Belanja Lebih Banyak Lagi

2. Jual Produk dengan Keuntungan Tinggi

Salah satu hal menyenangkan ketika kelas toko Anda naik kelas (dari warung biasa menjadi minimarket), Anda dapat menjual barang-barang dengan keuntungan tinggi.

Produk yang memungkinkan untuk dijual dengan keuntungan lebih tinggi misalnya :

  • Minuman, misalnya kopi seduh atau jus buah.
  • Popmie seduh.
  • Mainan yang disukai anak-anak
  • Permen atau coklat (contoh kinderjoy)
  • Dan sebagainya

Salah satu strategi yang dilakukan ketika menjual produk dengan keuntungan tinggi, upayakan produk tersebut tidak dijual di toko lain atau warung tradisional di sekitar Anda.

Mengapa? Ini untuk memunculkan kesan spesial. Bahwa produk tersebut, memang hanya akan ditemukan di minimarket saja.

Dengan demikian, pembeli akan tetap merasa bahwa harga yang ditawarkan sangat wajar.

Untuk menggali lebih banyak ide, Anda bisa mengamati toko dan warung sekitar, lalu sediakan produk tersebut dengan harga lebih tinggi.

3. Lakukan Inovasi untuk Membuat Minimarket Mandiri Semakin Dilirik

Inovasi berarti Anda melakukan sesuatu yang berbeda dari toko lainnya. Tujuannya, untuk meningkatkan kemajuan usaha Anda.

Inovasi tidak hanya teknologi saja (contoh : aplikasi kasir), tapi dapat berupa free wifi, tempat nongkrong, bahkan desain interior toko yang bagus dan kekinian.

Bisa jadi, inovasi tidak secara langsung berpengaruh terhadap penjualan.

Tapi jika dilakukan dengan perencanaan dan tujuan yang jelas, lama-kelamaan akan memberikan dampak yang positif.

Inovasi juga berhubungan dengan ide-ide atau kreativitas tertentu untuk membuat toko Anda tampil beda dan mengesankan pengunjung.

Jika Anda bingung menemukan ide apa saja agar minimarket Anda inovatif, kami punya beberapa ide-ide yang bisa Anda contek.

Silahkan cek materi berikut, siapa tahu ada salah satu yang cocok dengan kondisi toko Anda.

Cara Jitu Meningkatkan Omset Penjualan dengan Melakukan Inovasi Cerdas

Lengkapi Faktor Pendukung Lain untuk Minimarket Mandiri Anda

Hal-hal sederhana tapi harus dilengkapi ketika toko Anda sudah berubah menjadi minimarket mandiri yang sederhana tapi cantik :

  • Pencahayaan : Usahakan gunakan lampu yang terang dan cahaya tersebar dengan rata agar tidak gelap dan sumpek.
  • Pengecatan :  Gunakan cat warna putih pada dinding dan plafon agar memberikan kesan lega dan luas.
  • Suhu :  Jika tidak menggunakan AC, lengkapi dengan kipas angin di sudut-sudut yang tepat.
  • Keranjang : Sediakan beberapa keranjang belanja agar pembeli tidak merasa kerepotan.
  • Papan nama : Buat papan nama yang jelas, syukur-syukur pakai neon box.
  • Parkir :  Usahakan ada space parkir yang tidak terlalu sempit, ini untuk kenyamanan.
  • Produk pelengkap : Tidak ada salahnya Anda sekalian menjual pulsa, token listrik, pembayaran PDAM, tiket kereta api, tiket pesawat, dan sebagainya.
  • Ada ide lainnya? Silahkan tulis di kolom komentar.
Cara Membuat Minimarket Mandiri, Sederhana Tapi Laris Manis

Simpulan

Cara membuat minimarket mandiri, sederhana tapi laris manis, adalah upaya untuk memajukan toko Anda agar tetap relevan dengan tuntutan zaman. Nilai lebih dari minimarket, Anda dapat melakukan lebih banyak strategi yang sulit untuk dilakukan oleh toko atau warung biasa.

Pada materi selanjutnya, kita akan belajar bagaimana caranya mengelola warung dan toko agar tidak bangkrut karena hutang pelanggan. Silahkan pilih “Baca Materi Selanjutnya” berikut ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *