Cara Display Barang yang Baik dan Benar Agar Toko Anda Laris Manis

Cara Display Barang yang Baik dan Benar Agar Toko Anda Laris Manis

Posted on

KontenBisnis.comCara display barang yang baik dan benar akan sangat membantu meningkatkan penjualan di toko Anda. Tak hanya minimarket, pemilik warung dan toko juga wajib mempelajari rahasia ini.

Apa itu Display Barang

Kata “display” berasal bahasa Inggris yang artinya tampilan atau menampilkan.

Sedangkan yang dimaksud “barang” di sini, adalah “produk” yang dijual di toko Anda.

Jadi, dalam materi kali ini, kita akan belajar cara menampilkan barang di toko swalayan supaya pengunjung membeli lebih banyak barang dari toko Anda.

Cara Display Barang yang Baik dan Benar Agar Toko Anda Laris Manis

Dalam tujuan yang lebih besar, kita menginginkan agar display barang mampu meningkatkan kemajuan usaha Anda.

Sudah sangat penasaran? Baik, sekarang kita masuk ke materi inti :

“Bagaimana si cara display barang yang baik dan benar agar barang kita terjual lebih banyak?”

Inilah Cara Display Barang yang Baik dan Benar

1. Lakukan Mix Display dengan Benar

Mix display artinya menggabungkan (mencampur) produk-produk yang memiliki fungsi saling melengkapi.

Apa contohnya?

Misalnya menggabung antara sikat gigi, pasta gigi dan mouthwash dalam satu rak.

Manfaat utama dari teknik mix display adalah merangsang pembeli untuk membeli lebih banyak produk.

Bayangkan ketika seseorang :

  • Berencana membeli pasta gigi.
  • Ternyata ia melihat sikat gigi.
  • Ia berpikir sudah saatnya membeli sikat gigi baru.
  • Akhirnya ia membeli pasta gigi dan sikat gigi.

Belum lagi, jika diantara pasta gigi dan sikat gigi ternyata ada produk mouthwash kemasan kecil yang kebetulan sedang diskon 35%.

Apa yang akan terjadi? Wow, sangat mungkin sekali untuk sekalian membelinya.

“Sekalian beli mouthwash ah, lagi pula ini kan ukuran kecil. Murah, ada diskon lagi..”

Begitulah hebatnya mix display, karena :

  • Awalnya orang hanya berencana membeli satu produk.
  • Setelah melihat produk pelengkap, ia akhirnya membeli.
  • Produk yang tidak berencana dibeli, karena ada diskon, malah ikutan dibeli.

Dan ingat, strategi semacam ini akan sangat ribet jika Anda toko Anda tidak menggunakan konsep swalayan.

Malah, mungkin orang nggak kepikiran membeli sikat gigi atau bahkan mouthwash.

Ketika dari rumah orang berencana mau beli pasta gigi, sampai warung ya cuma itu yang dibeli.

Contoh lain produk-produk yang bisa dilakukan mix display :

  • Deterjen, pewangi pakaian, pewangi setrika.
  • Shampo, conditioner, vitamin rambut.
  • Roti tawar, selai, mentega.
  • Mie instan, sambal, kecap.
  • Tepung terigu, tepung racik.
  • Pembersih porcelain, pewangi kamar mandi, kamper.

Dan masih banyak lagi! Pastikan, Anda melakukan cara display barang tersebut dengan baik dan benar, ya?

“Mix display adalah memajang produk yang punya fungsi saling melengkapi. Jika diletakkan saling berdekatan, pembeli akan berpikir mengapa tidak sekalian membeli?”

2. Tempatkan Kebutuhan Pokok di Rak Belakang

Kebiasaan umum ketika orang belanja ke toko swalayan adalah membeli barang  kebutuhan pokok atau belanja bulanan.

Oleh karena itu, tempatkan produk kebutuhan pokok pada rak-rak yang berada pada posisi belakang.

Apa tujuannya?

Agar mereka melewati rak-rak lainnya.

Dengan begitu, orang akan melihat-lihat produk lain yang bahkan tidak direncanakan untuk dibeli.

Cara Display Barang yang Baik dan Benar Agar Minimrket Laris Manis

Contoh kasus sederhananya seperti ini :

  • Bu Ani akan membeli minyak goreng, posisinya ada di rak belakang.
  • Setelah membeli, ia melintas di rak yang memajang jajanan anak.
  • Ia ingat anaknya, lalu mengambil beberapa jajanan kesukaan anaknya.

Selain kebutuhan pokok, Anda juga dapat menempatkan produk yang paling laris di rak belakang.

Tujuannya tetap sama, agar orang melintasi rak-rak yang lain.

“Menempatkan kebutuhan pokok di rak belakang berfungsi untuk memaksa pembeli melintasi rak-rak yang lain.”

3. Letakkan Jajanan pada Rak Display yang Rendah

Anak-anak biasanya suka jajan.

Agar mata anak-anak lebih terfokus, maka penempatan produk jajanan sebaiknya mudah dilihat atau dijangkau anak-anak.

Ini sebenarnya hal yang sepele, tapi terkadang sering dilupakan. Masih banyak yang menempatkan produk jajanan pada rak yang susah dijangkau anak.

Cara Display Barang yang Baik dan Benar Agar Minimrket Laris Manis

Untuk mengoptimalkan fungsi ini, cobalah untuk :

  • Menempatkan kemasan besar di sisi kanan.
  • Tidak melepas renceng dalam jumlah tertentu.

Menempatkan Kemasan Besar di Sisi Kanan :

Umumnya, orang mengambil sesuatu menggunakan tangan kanan.

Maka, ketika kemasan besar diletakkan di sisi kanan, harapan untuk diambil akan lebih tinggi.

Metode ini harus Anda coba

Tidak Melepas Renceng dalam Jumlah Tertentu :

Beberapa jajanan ada yang dikaitkan dalam renceng-renceng. Sebagai contoh, misalnya produk snack Better.

Beberapa toko swalayan ada yang melepas renceng menjadi satuan, ada pula yang membiarkannya dalam renceng dengan jumlah tertentu.

Contoh : 1 renceng terdiri dari 3 hingga 5 pcs.

Sebenarnya, orang tetap diperbolehkan membeli 1 pcs. Namun, karena masih dikait dalam renceng, pembeli akan menyimpulkan bahwa ia harus membeli sejumlah itu.

Tidak ada salahnya, Anda mencoba trik ini untuk mengalihkan dugaan pembeli.

Kendati demikian, Anda harus tetap memasang label harga untuk pembelian satuan.

“Jajanan yang diletakkan lebih rendah, akan memudahkan anak-anak untuk melihat, menyentuh, dan akhirnya ingin membeli”

4. Dekatkan Minuman dengan Jajanan

Konsep ini sebernya tidak berbeda jauh dengan mix display seperti yang dijelaskan sebelumnya.

Ini juga merupakan cara display barang yang baik dan benar.

Bedanya, beberapa orang ada yang hanya membeli minuman saja tanpa berencana membeli jajanan.

Namun dengan menempatkan minuman di dekatnya, kemungkinan produk jajanan akan ikutan terbeli akan lebih tinggi.

Karena naluri orang :

  • Kalau minum enaknya sekalian makan.
  • Ketika makan, harus minum.
Cara Display Barang yang Baik dan Benar Agar Minimrket Laris Manis

Sekadar menambahkan, khusus display minuman yang disukai anak-anak, seperti  :

  • Susu kotak.
  • Susu fermentasi.
  • Minuman yang punya kemasan lucu.
  • Minuman anak lainnya.

Ketika memajang di lemari pendingin, tetap tempatkan pada rak yang mudah dilihat dan dijangkau anaka-anak, ya?

“Pembeli yang berencana membeli makanan, akan ada kecenderungan untuk minum, begitu pula sebaliknya. Maka, tempatkan minuman di dekat makanan”

5. Produk Diskon di Depan Pintu Masuk

Keuntungan konsep toko swalayan lainnya, Anda bebas memberikan diskon kapan saja untuk semakin meningkatkan penjualan.

Dan sisi bagusnya lagi, produk yang diskon ini, bisa kita tempatkan di posisi mencolok, misalnya depan pintu masuk.

“Menempatkan produk diskon di depan pintu masuk bertujuan agar ketika orang masuk, langsung melihat produk-produk diskon dan penasaran. Karena sedang diskon, kemungkinan terbeli akan lebih tinggi.”

Agar metode ini berhasil, jangan lupa sertakan tulisan besar-besar agar orang bisa membaca dan terfokus dengan produk diskon tersebut.

Cara Display Barang yang Baik dan Benar Agar Minimrket Laris Manis

Salah satu tren minimarket terkenal, adalah memberikan diskon JSM (Jumat, Sabtu, Minggu). Anda bisa meniru konsep ini.

Yang mungkin sering jadi pertanyaan :

  • Bagaimana si caranya menentukan diskon yang efektif?
  • Ada nggak strateginya ketika akan mendiskonkan suatu produk?

Untuk membantu Anda menjawab pertanyaan tersebut, kami sudah menyiapkan materinya khusus untuk Anda. Silahkan cek :

Cara Membuat Harga Promo Diskon Agar Toko dan Minimarket Mandiri Semakin Laris Manis

6. Tempatkan Produk Tidak Laris Pada Posisi yang Mudah Dilihat

Produk yang laris, sudah pasti akan dicari orang. Di manapaun Anda menempatkan, pastinya akan tetap dicari.

Oleh karena itu, tidak perlu menempatkan pada posisi yang sangat mudah dilihat.

Nah, sebaliknya, untuk produk yang tidak begitu laris, berikan tempat khusus (rak) dengan posisi strategis (gampang dilihat).

Mengapa begitu?

Ini bertujuan agar produk yang tak begitu laris mendapatkan prioritas. Dengan kata lain, orang bisa terfokus ke sana dan mempertimbangkan untuk membelinya.

Khusus untuk produk yang sudah pasti laris, tempatkan pada :

  • Rak bagian bawah.
  • Atau jika rak Anda sedkit lebih tinggi, tempatkan pada bagian paling atas.

“Menempatkan produk yang tidak begitu laris harus di rak yang gampang terlihat supaya pandangan pembeli terfokus ke sana. Ini akan membuat mereka mempertimbangkan untuk membeli.”

7. Sisipkan Mainan Anak pada Setiap Sudut Rak

Pernahkah Anda melihat mainan anak yang dipajang pada tiap sudut rak di toko swalayan?

Jika pernah, itu sebenarnya merupakan salah satu trik display barang.

“Mainan yang ditempatkan pada setiap sudut, merupakan cara untuk mengusik anak-anak dengan produk yang sangat mereka sukai.”

Dan istimewanya lagi, produk mainan biasanya memiliki keuntungan yang cukup besar.

Cara Display Barang yang Baik dan Benar Agar Minimrket Laris Manis

Jika Anda tertarik dengan cara ini, cobalah untuk menggempur semua sudut rak dengan menempatkan mainan anak.

Silahkan, Anda bisa mencari mainan yang menarik, lalu jual dengan keuntungan yang cukup besar.

Teknik penempatannya :

  • Letakkan di rak atau cukup gantungkan pada tiap sudut.
  • Seperti biasa, upayakan posisinya mudah dijangkau (dipegang) anak-anak.

8. Produk Impulsif Lakukan Display di Dekat Kasir

Impulsif artinya spontan. Jadi, produk impulsif adalah produk yang dapat dibeli tanpa harus berpikir panjang.

Alasan orang membeli produk impulsif biasanya karena pasti dibutuhkan.

Contohnya adalah pisau cukur dan batu baterai. Ini karena hampir semua orang pasti memiliki jam dinding dan juga memerlukan pisau cukur.

“Ketika produk impulsif ditempatkan di dekat kasir, orang melihat dengan jelas dan akhirnya spontan membeli karena pasti dibutuhkan.”

Selain kedua produk tersebut, yang harus dipajang di dekat kasir adalah permen dan coklat.

  • Permen merupakan produk praktis. Mungkin tidak selalu membutuhkan, tapi karena mudah dilihat, orang tidak akan berpikir terlalu lama untuk membeli.
  • Sedang coklat, bisa dibilang merupakan produk eksklusif karena harganya cukup mahal. Jika ditempatkan di kasir, coklat akan memiliki kesan tersendiri.

Selain beberapa contoh di atas, Anda bisa menemukan beberapa produk impulsif yang sekiranya relevan.

9. Tempatkan Produk Promo di Dekat Kasir

Pada bagian sebelumnya, kita telah membahas penempatan produk diskon di depan pintu masuk.

Nah, agar produk tersebut semain mudah terjual, Anda dapat menambahkan satu opsi strategi lagi dengan menempatkan beberapa produk di dekat kasir.

Konsepnya, sembari melakukan input belanjaan konsumen, si kasir menawarkan produk-produk yang sedang ada promo.

Jika penawaran Anda menarik, tentu saja kemungkinan terbeli akan lebih tinggi.

“Seorang kasir yang menawarkan produk yang sedang promo kepada setiap pembeli yang datang, akan selalu ada kemungkinan untuk terbeli dibanding dengan yang tidak menawarkan sama sekali”

10. Letakkan Es Krim di Barisan Depan

Seperti halnya mainan, es krim juga termasuk produk yang sangat digemari anak.

Oleh  karena itu, tempatkan pada barisan depan yang dengan mudah dilihat.

Ketika si anak melihat, ia akan bergegas meminta.

Menyediakan es krim juga merupakan pilihan ketika produk mainan tidak membuat anak tertarik.

“Tujuan menempatkan es krim di barisan depan adalah ketika anak-anak masuk ke toko swalayan, paling tidak harus membeli lebih banyak produk yang memang disukai.”

Oleh karena itu, bagi Anda yang belum menyediakan es krim, silahkan mengupayakan agar produk ini tersedia dan ditempatkan pada posisi yang strategis.

11. Perhatikan FIFO

First In First Out (FIFO) artinya barang yang pertama kali datang dari supplier, itulah yang harus laku lebih dulu.

Ini berfungsi untuk menghindari berbagai resiko, seperti :

  • Kadaluwarsa (Expired).
  • Rusak kemasannya.
  • Berubah warna kemasannya.
  • Dan resiko lainnya.

Oleh karena itu, dalam penataan produk :

  • Barang yang baru datang dari supplier letakkan di belakang.
  • Sementara, yang lebih lama datangnya, taruh di depan.

Prinsip ini harus Anda lakukan agar :

  • Produk Anda senantiasa fresh.
  • Tetap update jika ada perubahan kemasan.

“Dengan FIFO, Anda akan terhindar dari resiko turunnya nilai produk yang akhirnya merugikan usaha Anda.”

12. Lakukan Rolling Display Barang Secara Berkala

Rolling produk artinya mengganti posisi display barang dari suatu tempat ke tempat lainnya.

Mengapa si harus dirolling, bukankah ini akan menyulitkan pembeli?

Ada dua fungsi rolling yang harus Anda ketahui :

  • Pertama, penyegaran.
  • Kedua, strategi.

Penyegaran : Berarti mengupayakan agar pemandangan toko Anda selalu tampak segar dan tidak membosankan.

Ini akan menghadirkan kesan betah bagi pelanggan Anda. Intinya ya biar nggak sumpek karena pemandangannya itu-itu saja.

Strategi :  Salah satu contohnya adalah mengupayakan agar pelanggan tidak terlalu paham (mengaburkan) teknik display barang yang sudah Anda terapkan sebelumnya.

Maksudnya begini. Kadang, ada beberapa orang yang langsung menuju ke rak tertentu karena menghindari anaknya minta jajan atau mainan.

“Dengan melakukan rolling, maka pembeli akan kesulitan untuk menghindari stretegi display yang sudah dirancang sebelumnya”

Kesannya si jahat banget ya, tapi namanya trik, bagaimana lagi?

13. Hindari Resiko Akibat Menumpuk Produk

Ketika barang ditumpuk terlalu berlebihan, akan beresiko membuat pembeli menjatuhkan barang secara tidak sengaja.

Tentunya, ini bukan cara display barang yang baik dan benar karena merupakan hal yang merepotkan konsumen.

Untuk mengatasi hal itu, cermatlah dalam menumpuk produk. Pastikan ketika pembeli mengambil, sangat kecil resiko tumpah atau jatuh.

Solusinya :

  • Jika rak sempit, jangan paksakan menumpuk terlalu banyak.
  • Pajang beberapa saja, sisanya taruh di gudang penyimpanan.
  • Ketika produk berkurang, segera lengkapi kembali.

“Dengan menumpuk produk secara proporsional, maka produk akan tetap rapih namun tidak beresiko tumpah.”

14. Buat Label Harga yang Jelas dan Transparan

Label harga yang dimaksud di sini adalah mencantumkan harga pada tepian rak dekat produknya.

Terkadang, ada swalayan yang :

  • Sengaja tidak mencantumkan harga.
  • Harga tercetak tidak jelas.
  • Harga di rak dengan di kasir berbeda.

Hal semacam ini akan membuat pembeli merasa kesal. Karena biar bagaimapun, mereka tetap membutuhkan informasi harga yang jelas.

Lebih parah lagi, jika harga di rak dengan di kasir berbeda, ini akan membuat pembeli merasa dibohongi.

Untuk itu :

  • Siapkan label harga yang jelas dan mudah dibaca.
  • Jangan menggunakan tulisan tangan jika tidak bagus-bagus amat.
  • Kalau diskon, ya tulis diskon, jangan berniat mengelabuhi dalam bentuk apapun.
  • Segera ganti label harga lama jika ternyata harganya sudah berubah.

Hal-hal kecil seperti ini yang tampaknya sepele, tapi sebenarnya punya manfaat yang besar.

“Jika ingin memberikan pelayan prima, lakukan segala sesuatunya dengan profesional. Termasuk, berikan label yang jelas dan mudah dibaca”

15. Perhatikan Kombinasi Warna dengan Baik

Warna adalah estetika, Anda pasti menyetujui hal ini. Jika perpaduan warnanya bagus, akan enak dipandang mata.

Oleh karena itu, ketika melakukan display barang, usahakan Anda mampu mengkombinasikan warna agar tidak kelihatan membosankan.

Tidak ada rumus yang paten dalam hal ini. Anda hanya ditutut untuk melakukannya sesuai kreativitas Anda masing-masing.

“Warna adalah estetika. Dengan kombinasi warna yang menarik, akan memanjakan mata dan menimbulkan kesan nyaman ataupun betah”

16. Pastikan Semua Produk Dapat Dijangkau Tangan

Membuat rak terlalu tinggi dan susah dijangkau oleh pembeli, adalah tindakan yang kurang bijaksana. Ini akan menyulitkan mereka.

Sebenarnya, mungkin produk tersebut sudah terwakili di rak yang mudah dijangkau. Namun karena alasan penyimpanan, Anda menempatkannya pada rak yang tinggi.

Namanya pembeli, kadang tidak paham apa maksud Anda. Bisa karena :

  • Tidak tahu bahwa produk itu sudah ada.
  • Penasaran dengan produk yang di atas.
  • Atau alasan lainnya.

Daripada menimbulkan persepsi yang macam-macam, lebih baik :

  • Stok produk tempatkan pada posisi yang tidak terlihat pembeli
  • Jika akan menempatkan pada rak yang tinggi, jangan buang kardusnya.

“Jangan mempersulit pembeli, karena pada dasarnya, untuk menjalani hidup ini, sudah terlalu banyak tantangan yang tidak mudah. Hahaha”

17. Untuk Display yang Baik dan Benar, Hindari Space yang Kosong

Salah satu cara display barang yang baik dan benar, adalah mengupayan agar jangan sampai ada rak yang kelihatan kosong (lowong).

Baik karena :

  • Lupa tidak melengkapi stok.
  • Barang belum datang dari supplier.

Mengapa? Karena akan menimbulkan kesan bahwa toko Anda tidak lengkap atau banyak produk yang kosong.

Khusus untuk produk yang habis karena belum datang dari supplier, solusinya :

  • Cabut label harga yang ada di tepi rak.
  • Isi dengan produk lain yang masih tersedia.

Dengan begini, posisi rak Anda tetap akan kelihatan penuh.

Walaupun ada produk yang kosong, ketika label harganya dicabut, tidak akan menimbulkan kebingungan bagi pembeli.

Jangan sampai labelnya masih ada tapi isinya barang lain. Okey?

“Rak harus kelihatan penuh. Ini akan menimbulkan kesan bahwa Anda serius jualan”

Segera Rubah Konsep Toko Anda Menjadi Minimarket

Nah, itulah beberapa teknik display barang yang biasa diterapkan di minimarket. Tentu saja, jika toko Anda belum menggunakan konsep swalayan (minimarket), akan sulit dilakukan.

Oleh karenanya, mulailah merubah toko Anda menjadi swalayan. Tidak perlu buru-buru dan dengan biaya besar, mulai saja dengan cara paling mudah dan murah meriah.

Mau kami beri tahu rahasianya? Silahkan simak :

Cara Membuat Minimarket Mandiri, Sederhana Tapi Laris Manis

Cara Display Barang yang Baik dan Benar Agar Toko Anda Laris Manis

Simpulan

Itulah cara display barang yang baik dan benar. Intinya, dengan menggunakan cara ini, produk Anda akan dibeli semakin banyak oleh konsumen. Harapannya, usaha Anda akan laris manis dan berkembang semakin maju lagi.

Pada materi berikutnya, kita akan belajat bagaimana cara mengalahkan saingan bisnis Anda dengan trik yang halus tapi menggigit. Silahkan pilih “Baca Materi Selanjutnya” berikut ini :

2 comments

  1. Bagus banget infonya, seandainya aja usaha sy warung sembako tentu akan dipraktekin, tapi usaha saya gerai minuman, anyway trims infonya suatu saat saya bisa punya minimarket

    1. Terima kasih kak Bes Rekanuddin yang sudah berkunjung ke blog kami. Semoga keinginan untuk membuat konsep minimarket dapat terwujud, ya? Jangan lupa untuk membagikan artikel ini ke medsos kakak, ya? Sukses selalu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *