Cara Closing di Facebook dan WhatsApp yang Digunakan Para Master, Ampuh

Cara Closing di Facebook dan WhatsApp yang Digunakan Para Master, Ampuh!

Posted on

KontenBisnis.com – Cara closing di Facebook dan WhatsApp berikut ini akan menjadi materi paling mendesak untuk Anda pelajari. Sebelum saingan Anda membacanya, silahkan Anda menjadi yang pertama tahu!

Pengertian Closing

Kata closing closing berasal dari bahasa Inggris yang artinya penutupan.

Maka, ketika Anda telah melakukan serangkaian percakapan, lalu akhirnya ditutup dengan kata sepakat, itulah closing.

Cara Closing di Facebook dan WhatsApp

Berikut cara closong di Facebook dan WhatsApp yang harus Anda ketahui :

1. Cara Closing Terbaik Adalah Membantu Orang Lain

Rahasia closing sudah banyak dibahas oleh para ahli pemasaran di seluruh dunia. Ada puluhan bahkan ratusan strategi diungkap.

Tapi menurut kami, benang merah closing itu hanya satu. Apa itu?

Sebentar. Sebelum lebih lanjut membahas hal ini, ada 4 fakta unik yang kami harapkan Anda segera menyetujuinya :

  • Closing di Facebook dan di WhatsApp terjadi setelah Anda melewati tahap pendekatan. Gampangnya, setelah Anda membujuk calon pembeli. Betul?
  • Setelah closing terjadi, Anda berharap agar si pembeli merasa puas setelah menggunakan produk Anda.
  • Setelah mereka puas, harapannya, suatu ketika mereka akan menjadi pelanggan.
  • Hari ini Anda membujuk pembeli dan akhirnya closing, tapi, ini tak menjamin suatu ketika mereka akan membeli lagi produk Anda. Betul bingung?

Jangan bingung, ini bukanlah hal yang aneh.

Pada kenyataannya, banyak sekali penjual online melakukan hal semacam itu.

Demi mengejar closing, mereka melupakan tujuan utamanya, yaitu sukses berbisnis dalam jangka panjang.

Coba pikirkan baik-baik hal ini :

  • Hari ini memang closing, tapi kok orang itu nggak mau beli lagi?
  • Jualan kok repot ya, harus terus-terusan mencari orang baru untuk dijuali?
  • Kalau punya langganan, asyik kali ya? Mereka yang nyari-nyari kita, bukan sebaliknya!

“Berjualan untuk mengejar closing itu tidak ada salahnya. Tapi tidak salah juga Anda memikirkan kesuksesan usaha selanjutnya.”

Closing saja tidak akan cukup untuk menjamin bahwa usaha kita bakal semakin berkembang!

Mungkin masih tetap ada yang beli, tapi kita ragu, apakah mereka akan menjadi pelanggan setia kita?

Kalau sudah begitu, apa sebenarnya rahasia rahasia closing di WhatsApp?

“Rahasia closing terbaik adalah ketika kita mampu berjualan untuk mencapai keberkahan. Bentuk dari keberkahan adalah mampu membantu orang lain. Cara membantu orang lain adalah dengan memberikan manfaat nyata atas produk yang dijual”.

Berkah > Membantu > Bermanfaat

Lebih ringkasnya, urutan closing di Facebook dan WhatsApp untuk meraih pelanggan setia, seperti ini :

  • Anda membujuk calon pembeli agar mau membeli produk yang bermanfaat.
  • Calon pembeli sepakat, lalu terjadilah closing.
  • Pembeli merasa bahwa bujukan Anda benar, produk itu memang bermanfat.
  • Pembeli akan membeli lagi kepada Anda atas dasar manfaat produk.
  • Pembeli juga akan menjadi pelanggan atas dasar kepercayaan terhadap diri Anda.
  • Anda terus melakukan pola itu, dan terus menjalin hubungan baik.
  • Pelanggan setia semakin banyak.
  • Usaha Anda terus berkembang.

“Closing itu penting, tapi bukan itu intinya. Jauh lebih penting, bagaimana agar ke depannya usaha Anda berkembang. Pelanggan yang datang bertubi-tubi, akan jauh lebih bermakna dari sekadar closing bertubi-tubi.”

Closing? Ya, sangat penting. Tapi menjamin bahwa produk Anda benar-benar memiliki manfaat bagi pembeli, juga tak kalah penting, kan?

Karena dengan cara itu, tujuan Anda membantu pembeli akan tercapai.

Sekarang, apakah Anda sudah ada gambaran? Mari kita lanjutkan ke perkara teknis, yaitu prinsip dasar closing di Facebook dan WhatsApp.

2. Fokus ke Pembeli, Bukan Diri Sendiri

Berkomunikasi melalui chat di itu unik!

Kita tidak langsung bertatap muka. Maka, akan lebih susah untuk menyimpulkan reaksi pembeli berdasarkan ekspresi yang ditangkap.

Oleh karena itu, rumus pertama, fokuslah untuk membantu calon pembeli, bukan untuk misi jualan kita dulu.

“Bantu dan bantu mereka dulu, itu kata kuncinya.”

Apa artinya? Intinya, sebelum Anda menjawab pertanyaan apapun ketika chating di Facebook dan WhatsApp, singkirkan ego bahwa Anda wajib closing saat itu juga.

“Tidak perlu dipikir dalam-dalam, Anda hanya perlu menggeser pola pikir lama dan menggantinya dengan pola pikir baru. Dari yang sebelumnya ingin closing, menjadi ingin membantu calon pembeli.”

Untuk mempermudah memahami konsep di atas, berikut ada beberapa contoh pertanyaan yang dapat membantu Anda ketika awal-awal chat di Facebook dan WhatsApp.

Ini untuk mencari tahu bagaimana Anda bisa membantu calon pembeli :

  • Maaf kak, boleh tahu seperti apa permasalah jerawat kakak selama ini?
  • Bunda biasanya lebih suka gamis yang seperti apa?
  • Kakak biasanya lebih sering menggunakan HP untuk selfie atau game?
  • Biasanya kakak pakai skin care untuk sekadar memutihkan atau untuk merawat kulit wajah?

Nah, itulah contoh kalimat chating di WhatsApp yang berfokus ingin membantu pembeli.

Ingat, singkirkan jauh-jauh bahwa produk Anda harus terjual saat itu juga. Biarkan semuanya mengalir.

Perkara closing, gampang! Ketika fokus Anda membantu, closing akan terjadi secara alami.

Untuk mengetahui cara closing di Facebook dan WhatsApp selanjutnya, lakukan juga hal berikut ini.

3. Berdialog, Bukan Banyak Bicara

Banyak penjual online yang lebih banyak berbicara (melalui chat) untuk menjelaskan manfaat produk dengan sangat detail.

Semakin lengkap, dianggap pembeli akan semakin tertarik.

Sementara, si calon pembeli sedikit sekali memiliki waktu untuk mengungkapkan keinginan mereka.

Intinya, tidak ada dialog dari hati ke hati, semua pembicaraan didominasi oleh Anda.

Padahal, dialog itu penting. Di sanalah, cikal bakal kesuksesan usaha Anda terbentuk, bukan semata kesuksesan untuk closing.

Urutan makna berdialog bagi penjual online adalah sebagai berikut  :

  • Berdialog akan memahami apa masalah yang sedang dialami calon pembeli.
  • Setelah paham masalahnya, Anda dan calon pembeli akan bersama-sama mencari solusi.
  • Awal mula mencari solusi, tak harus dihubungkan langsung dengan misi Anda untuk menjual, edukasi saja dulu.
  • Setelah calon pembeli teredukasi, dan Anda yakin produk Anda bisa menjawab masalah itu, ceritakan manfaat produk pelan-pelan.
  • Sempurnakan dengan nilai lebih lainnya agar calon pembeli semakin percaya dengan diri Anda.
  • Beri tawaran diskon atau promo lain yang menggiurkan.
  • Berikan kenyamanan dengan jaminan lainnya, misalnya garansi atau sejenis itu.

4. Memimpin, Bukan Mengendalikan

Memimpin berarti membimbing, sedangkan mengendalikan adalah menguasai.

Membimbing akan bersama-sama mencari solusi. Sementara menguasai, Andalah pemilik semua solusi.

Jelas perbedaannya, ya?

Bentuk strategi memimpin, selain dengan sabar sama-sama mencari solusi, Anda juga mengakhiri setiap percakapan dengan mengajukan sebuah pertanyaan.

Contoh singkatnya seperti ini :

Anda : “Maaf kak, boleh tahu seperti apa masalah wajah kakak saat ini?”

Calon Pembeli : “Wah, parah banget, mbak. Pada item-item karena  bekas jerawat.”

Anda : “Sebelumnya kakak sering pencet-pencet jerawat, ya?”

Calon Pembeli : “Iya, nih. Habis gemes si..”

Anda : “Saran saya si mendingan jangan dipencetin, itu yang menyebabkan jadi hitam lho, kak. Kalau boleh tahu, selama ini Kakak sudah coba perawatan apa saja?”

Calon Pembeli : “Sudah pakai macem-macem cream, si. Tapi ya gitu, belum kelihatan hasilnya.”

Apa makna pertanyaan di akhir percakapan?

Ya, tentu saja, karena Anda memimpin, maka Anda harus bisa mengarahkan calon pembeli agar mengikuti irama percakapan Anda.

“Setiap melakukan chating di Facebook dan WhatsApp, akhiri dengan sebuah pertanyaan. Ini artinya percakapan sedang dipimpin oleh Anda”

5. Jangan Berusaha Mengalahkan

Mengalahkan dalam percakapan di WhatsApp adalah berusaha untuk menjadi yang paling pintar di hadapan calon pembeli.

Seorang penjual yang mengalahkan, akan berusaha agar dirinya menang ketika membujuk calon pembeli.

Baginya, menang berarti closing.

Contoh penjual yang berusaha mengalahkan, biasanya tidak mau kalah ketika si calon pembeli bertanya tentang sesuatu yang menurutnya bisa menggagalkan closing.

Dia akan terus menutup celah apapun agar produknya dipandang sempurna.

Sampai saat ini, pendapat kami tetap sama. Menjual dengan misi utama untuk membantu, akan membuat kesan yang mendalam.

Ketika closing, Anda punya harapan lebih besar bahwa pembeli akan menjadi pelanggan. Ketika belum closing, Anda bisa menyimpukan mengapa hal itu bisa terjadi.

Tapi jangan khawatir, selagi Anda sudah memulai hubungan baik sejak awal, Anda bisa memanfaatkan database si calon pembeli. Untuk apa?

Tentu saja untuk melakukan pendekatan di kemudian hari agar closing dapat terjadi. Penasaran tentang manjurnya database? Simak terus..

6. Menjual Tanpa Penolakan

Percayakah Anda, bahwa pada dasarnya, tidak ada penjualan dengan penolakan?

Kalau tanpa closing iya, tapi yang ini tanpa penolakan. Apa apa maksudnya?

“Jika Anda berjualan untuk mengejar closing, Anda akan merasa ditolak jika gagal. Tapi jika berjualan berniat untuk membantu, semestinya Anda tidak pernah merasa ditolak.”

Singkatnya begini :

  • Ketika Anda gagal closing, Anda akan merasa gagal menjual.
  • Sebaliknya, Anda tidak akan merasa ditolak karena telah memberikan bantuan.

Ketika Anda berjualan dengan maksud membantu, dan ternyata calon pembeli menolak, biasanya penjual akan lebih peka dalam menyimpulkan kejadian itu secara positif. Misalnya begini :

  • Dia bukannya tidak mau dibantu, tapi memang belum punya uang. Masa mau dipaksa?
  • Dia merasa senang saya ingin membantu, tapi suaminya tidak mengizinkan. Mau bagaimana lagi?
  • Dia mau-mau saja saya bantu, tapi kan memang tidak butuh produknya?

Lalu bagaimana langkah selanjutnya? Jika sejak awal Anda sudah melakukan prosedur seperti di atas, maka jangan khawatir.

Sekarang, saatnya Anda menjadikan nomor kontak Facebook dan WhatsApp calon pembeli tersebut sebagai database.

Semakin penasaran lagi dengan database?

Simpulan

Cara closing di Facebook dan WhatsApp akan memberikan pengetahuan pada Anda tentang bagaimana teknik closing yang sesungguhnya. Sisi yang paling menarik, adalah bagaimana Anda melakukan chating untuk tujuan kesuksesan usaha ke depan, bukan sekadar closing.

Pada materi selanjutnya, kita akan memanfaatkan kontak Facebook dan WhatsApp sebagai database. Database inilah yang menjadi senjata ampuh agar menjual lebih laris dan mengalahkan kompetitor Anda. Silahkan pilih “Baca Materi Selanjutnya” berikut ini :

3 comments

  1. Betul sekali, pentingnya database dan mnegelolanya dengan baik, terimakasih konten bisnis sudah meriview lagi dengan lebih detail😍👍

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *