Cara Agar Toko dan Warung Laris Manis dan Mampu Bersaing dengan Minimarket Terkenal

Cara Agar Toko Laris dan Mampu Bersaing dengan Minimarket Terkenal

Posted on

KontenBisnis.comCara agar toko laris mungkin sudah biasa. Tapi, jika mampu bersaing dengan minimarket terkenal, (lebih-lebih menjadi toko atau warung masa depan), tentu akan menjadi pengalaman yang seru.

Cara Agar Toko Laris

Berikut adalah cara agar toko Anda laris :

1. Ketahui Bahwa Laris itu Tidak Sederhana

Kami ingin, pembahasan kali ini tidak sekadar ngomongin laris. Karena “laris”, biasanya sering dianggap sebagai akibat setelah Anda melakukan hal-hal wajar seperti ini :

  • Lokasi usaha yang strategis
  • Barang (produk) yang lengkap
  • Harga yang bisa bersaing
  • Pelayanan yang prima

Dan sebagainya…

Kalau hal semacam itu si, mungkin sudah sering Anda dengar. Tapi, kenyataannya, untuk mengejar laris manis, tidak semudah yang dibayangkan.

Coba amati di sekeliling Anda, apakah ada yang :

  • Buka usaha berada di lokasi yang strategis, tapi sepi pembeli.
  • Membangun toko sebagus dan selengkap minimarket, tapi tetap kurang laku.
  • Sudah banting-bantingan harga tapi usahanya malah bangkrut.
  • Sangat ramah pada pembeli, tapi usahanya tetap tidak ramai.

Di sisi lain, justru ada juga yang :

  • Punya warung atau toko dengan lokasi yang tidak strategis, tapi tetap diburu pembeli.
  • Toko atau warung yang sumpek dan berantakan, tapi banyak pembeli.
  • Penjual tidak ramah, tapi pelanggannya tetap ramai.

Apa simpulannya?

Mengejar laris memang tidak sederhana. Akan ada banyak sekali faktor atau kondisi-kondisi tertentu yang sangat sulit untuk diprediksi dan dikendalikan oleh Anda.

Untuk paham hal semacam itu, paling tidak, Anda harus menggali hingga ke akar-akarnya. Dengan begitu, Anda bisa mencari strategi jenis apa yang bisa dilakukan secepatnya.

Pada pembahasan kali ini kita akan mengupas tentang :

  • Pola pikir (mindset) terhadap warung atau toko
  • 3 langkah sederhana bersaing dengan minimarket terkenal
  • Upaya paling masuk akal dalam melariskan warung atau toko
  • Mengubah warung atau toko menjadi bisnis masa depan yang menjanjikan.

2. Pahami Pola Pikir Masyarakat Umum Terhadap Warung atau Toko

Sangat disayangkan, masih banyak orang yang menganggap bahwa warung atau toko adalah usaha kecil-kecilan yang dianggap kurang menjanjikan.

Beberapa, bahkan ada yang menjalankannya setengah-setengah. Dianggapnya, hanya sebagai usaha sampingan atau sekadar coba-coba.

Karena sering dianggap sepele, mereka yang memilih membuka usaha ini, lebih sering berasal dari kalangan biasa atau non profesional. Bener nggak, si?

Maaf, kami tidak sedang menyinggung siapapun. Tapi, coba renungkan, bukankah mereka yang :

  • Lulusan pendidikan tinggi
  • Punya kompetensi di bidang bisnis
  • Mendalami bidang manajemen
  • Paham dunia pemasaran

Justru lebih tertarik untuk bekerja menjadi PNS, karyawan BUMN atau pekerja kantoran ketimbang membuka warung atau toko?

Mengapa begitu?

Mungkin karena warung atau toko dinilai sebagai usaha tidak terlalu bergengsi tinggi. Atau juga, dianggap tidak mampu menjamin masa depan yang cerah dan luar biasa.

Itu pertama.

Kedua. Pos-pos atau orang-orang yang mengisi usaha ini, masih banyak dihuni oleh mereka yang tidak menguasai ilmu bisnis secara mendalam.

Apa akibatnya?

  • Usaha berjalan apa adanya
  • Ilmu usaha didapatkan sambil jalan
  • Modal besar dianggap sebagai penentu kesuksesan
  • Strategi hanya mencontek dari yang sudah ada

Secara garis besar, bisa dikatakan, kekuatan masyarakat (secara umum) di bidang pengembangan dan pengelolaan warung atau toko, sangatlah lemah.”

Padahal …

Warung atau toko adalah usaha menjanjikan karena paling dekat dengan masyarakat. Mereka membaur dan menyelinap di tengah-tengah kerumunan masyarakat.

Pemerintah, bahkan mengklaim, UMKM adalah penopang terdepan bagi ekonomi bangsa.

Ini artinya, jika UMKM berkembang, kesejahteraan masyarakat juga akan terjamin.

Tapi pada kenyataannya :

  • Muncul pemain besar yang mendapat profit lebih besar
  • Pemain kecil hanya kebagian recehannya

Mereka itu (pemain besar) sebenarnya tidak salah apa-apa. Mereka hanya melakukan sesuatu yang berbeda dengan Anda. Dan, dengan strategi yang sangat luar biasa.

Bahkan, jika dipikir-pikir, justru banyak sekali hal-hal yang semestinya membuat pelanggan Anda tidak memilih pemain besar itu.

Contohnya :

  • Harga yang mereka tawarkan bahkan lebih mahal ketimbang Anda.
  • Lokasinya kadang lebih jauh dari warung atau toko Anda.
  • Tidak membolehkan pelanggannya berhutang seperti Anda.

Tapi anehnya :

  • Pembeli lebih senang belanja di sana sekalipun lebih mahal.
  • Kendati lebih jauh, tapi tetap saja diburu pembeli.
  • Kalau hutang ke Anda, tapi belanja kontan malah ke mereka.

Nyesek juga ya?

Tenang. Sekali lagi, kami tidak ingin Anda menyalahkan siapapun, termasuk para pemain besar itu.

Karena apa?

Mereka bisa seperti itu, awalnya juga perih, bahkan mungkin lebih perih dibanding perjuangan Anda.

Kalau sekarang mereka menguasai medan pertempuran, ya wajarlah. Sebelumnya, mereka pastinya sudah babak belur duluan.

Sekarang, lebih baik fokus ke diri Anda saja. Bagaimana si agar bisa bertahan di medan pertempuran yang sengit ini?

3. Hindari Bersaing dengan Minimarket Terkenal

Mungkin ada yang berpendapat bahwa cara sederhana untuk bersaing dengan pihak lain, adalah dengan meniru (sama persis) seperti yang dilakukan oleh pesaing (kompetitor) Anda.

Jika saingannya adalah minimarket terkenal, Anda kemudian membuat toko yang sama, lokasi yang  kurang lebihnya mirip, barang yang sama, pelayanan sama, dan seterusnya.

Apakah semudah itu? No!

Pengalaman membuktikan, membangun minimarket dengan niat bersaing dengan pemain besar, justru lebih banyak yang tumbang daripada yang berhasil.

Mengapa bisa begitu :

  • Minimarket terkenal sudah punya nama besar yang terlanjur melekat di hati masyarakat.
  • Atas nama besar itu, masyarakat punya motivasi gengsi ketika belanja ke sana.
  • Mereka punya strategi dan inovasi yang sukar dilacak dan dikendalikan oleh Anda.

Jika tujuan Anda adalah untuk menyaingi nama besar, maka akan menjadi pekerjaan yang sia-sia.”

Lalu, sebaiknya bagaimana?

Intinya, jangan diniatkan untuk bersaing, Anda akan kewalahan.

Tapi, niatkan untuk meyakinkan kepada masyarakat bahwa toko Anda mampu mewakili keinginan masyarakat atau pembeli itu sendiri.

Yes. Kata kuncinya adalah “mampu mewakili keinginan masyarakat atau pembeli”

Dari yang sudah dibahas di atas, kalau kita sederhanakan lagi menjadi begini :

  • Jika diniatkan bersaing, akan cenderung ingin sama persis. Padahal, kelas Anda berbeda.
  • Tapi jika ingin mewakili keinginan pembeli, Anda bisa mengupayakan banyak hal yang berbeda dengan mereka, namun Anda tetap bisa eksis.

Bagaimana cara memulainya?

4. Selidiki Keunggulan Minimarket, Lalu Contek Konsepnya

Terlepas dari beberapa kekurangan yang pernah Anda bayangkan, kami tetap menganggap bahwa minimarket adalah konsep toko paling cerdas.

Mengapa?

Ada tiga hal yang membuat kami sangat meyakini hal tersebut :

  • Penampilan.
  • Kepraktisan.
  • Strategi.

Penampilan adalah apa-apa yang dapat dilihat oleh mata konsumen. Ini akan menimbulkan daya tarik bagi orang untuk berkunjung.

Efek dari penampilan toko yang menarik akan memunculkan perasaan :

  • Senang atau bahagia ketika berkunjung.
  • Bangga karena dianggap eksklusif.

Perasan senang, akan muncul atas kenyamanan yang disediakan oleh minimarket, misalnya :

  • Suhu udara yang adem karena ber-AC
  • Toko yang bersih dan membuat betah (apalagi anak-anak)
  • Produk tertata rapih dan enak dipandang.

Sementara, perasaan bangga, akan muncul ketika seseorang yang berbelanja ke minimarket dianggap memiliki kelas sosial yang lebih tinggi, misalnya karena :

  • Minimarket tersebut sudah punya nama besar (terkenal).
  • Orang yang belanja ke minimarket akan dianggap bergengsi.

Kepraktisan, adalah sesuatu yang membuat orang tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk melakukan sesuatu tindakan atau pekerjaan tertentu.

Misalnya :

  • Tidak harus mengantre.
  • Bisa memilih produk sendiri tanpa bantuan pelayan toko.
  • Mudah mencari produk tertentu yang dibutuhkan.

Sekarang, coba bandingkan dengan kondisi di toko atau warung biasa :

  • Harus berdiri di depan etalase dan menunggu untuk dilayani.
  • Melihat produk dari balik kaca etalase yang kadang tidak kelihatan semua.
  • Beberapa produk penting lupa tidak terbeli karena tidak kelihatan.

Strategi, adalah mengupayakan agar pembeli dapat memberikan keuntungan sebanyak-banyaknya kepada Anda atau si pemilik minimarket.

Menurut kami, ini adalah bagian paling dahsyat dalam pembahasan kali ini.

Karena apa?

Sekali lagi, konsep minimarket (swalayan) sengaja diciptakan untuk mengeruk keuntungan pembeli sebesar-besarnya.

Itu dilakukan dengan berbagai teknik cerdas yang kadang bahkan tidak disadari oleh pembeli.

Pernah kepikiran nggak, mengapa :

  • Permen, coklat, mainan dan produk kesukaan anak-anak ditaruh di rak yang lebih pendek?
  • Batu baterai dan pisau cukur diletakkan di dekat kasir?
  • Barang-barang diskon ditata tepat di depan pintu masuk minimarket?
  • Mesin ATM ditaruh di dalam minimarket dekat dengan es krim?

Dan, masih banyak rahasia lainnya yang jarang diketahui orang awam. Ini akan kami bahas secara khusus pada bagian selanjutnya.

Ya, semua itu bukan tanpa disengaja. Tapi, sangat-sangat disengaja.

Apa tujuannya?

Seperti yang telah disebutkan, “Untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya”. Dan itu, adalah yang disebut dengan strategi cerdas.

Dan kabar baiknya, Anda akan jauh lebih leluasa menerapkan strategi semacam itu, jika toko atau warung Anda dirubah menjadi konsep minimarket.

Tapi tenang, jangan sampai setelah membaca ini, Anda justru resah karena akan banyak kendala jika harus mengubahnya secepat mungkin.

Semuanya bisa dilakukan secara bertahap, dalam skala kecil-kecilan, dan biaya paling murah.

Untuk membantu Anda, kami sudah menyiapkan ide-idenya melalui artikel berikut ini :

Cara Membuat Minimarket Mandiri, Sederhana Tapi Laris Manis

Cara-Agar-Toko-dan-Warung-Laris-Manis-dan-Mampu-Bersaing-dengan-Minimarket-Terkenal-2

5. Ketahui Motivasi Masyarakat dalam Membeli

Seperti yang sempat disinggung di awal, mengetahui motivasi masyarakat dalam membeli sesuatu, berarti tidak perlu pusing untuk bersaing dengan minimarket terkenal.

Pokoknya terserah, mau muncul berapa minimarket lagi, itu bukan urusan Anda. Yang penting, toko Anda tetap laku.

Kami tekankan sekali lagi, “Yang penting toko Anda tetap laku.”

Bagaimana idenya?

Ide paling masuk akal untuk menjawab keinginan pembeli adalah dengan mengetahui esensi kebutuhan masyarakat setempat, lalu berusaha memenuhinya.

Ada dua kata kunci di sini :

  • Esensi (hal pokok) dari kebutuhan masyarakat.
  • Memenuhi kebutuhan atas esensi itu sendiri.

Di bagian ini, mungkin akan sedikit lebih sulit dimengerti.

Tapi, untuk mempermudah memahami, coba ingat-ingat fakta unik yang kami sebut di awal :

  • Punya warung atau toko dengan lokasi yang tidak terlalu strategis, tapi mengapa tetap diburu pembeli?
  • Toko atau warung tampak sumpek dan berantakan, tapi mengapa masih ada yang beli?
  • Penjual atau pelayan tidak ramah, mengapa tetap banyak pelanggan?

Kira-kira apa yang menjadi penyebab sehingga toko dengan kriteria yang tidak terlalu baik itu tetap laku?

  • Bisa jadi, kendati lokasinya tidak strategis, toko tersebut menjual barang-barang yang jauh lebih lengkap (atau bahkan) tidak tersedia di toko-toko yang lebih terjangkau lokasinya oleh pembeli.
  • Ada kemungkinan, sebagian besar pembeli akan menjual kembali produk untuk warungnya. Mereka tidak mempedulikan toko yang sumpek dan berantakan, yang penting lebih murah.
  • Tidak menutup kemungkinan, toko tersebut sangat fleksibel dengan bon atau hutang. Misalnya lebih longgar dalam memberikan batas pelunasan.

Sebelum kami melanjutkan materi ini, khusus mengenai utang-piutang, jika tak cukup ilmu, mohon untuk berhati-hati.

Ingat dengan pepapah gaul, “Hirosima dan Nagasaki hancur karena BOM, toko Anda pun bisa hancur karena BON”.

Untuk menghindari permasalahan BON yang berakibat fatal menjadi BOM, Anda bisa menyimak materi berikut ini :

Cara Agar Toko Kelontong Tidak Bangkrut Karena Hutang Pelanggan

Baik, sekarang kita lanjutkan ke pembahasan sebelumnya.

Tiga fakta unik di atas, menunjukkan bahwa laris dan tidaknya suatu toko atau warung, tidak selalu tergantung oleh lokasi, kenyamanan, harga atau bahkan pelayanan.

Tapi, faktor penentu larisnya suatu toko, bisa juga dipengaruhi oleh situasi, kebiasaan atau kebutuhan penting dari si konsumen yang ada di sekitar wilayah tersebut.

Konsep seperti inilah yang disebut sebagai esensi (hal pokok) yang harus Anda pelajari dengan cermat.

Untuk membantu mencerahkan, cobalah untuk menggali :

  • Siapa target market (pembeli) potensial Anda?
  • Apa kebutuhan dasar mereka terhadap toko Anda?
  • Seberapa penting kehadiran toko Anda untuk mereka?

Sebagai contoh kasus, misalnya Anda membuka toko kelontong.

Nah, ternyata, di sekitar toko Anda, terdapat banyak anak sekolah.

Jika ketiga aspek dia atas kita masukkan dengan tujuan agar toko Anda laris, maka akan ketemu pola seperti ini :

  • Target market potensial : Anak-anak sekolah.
  • Kebutuhan dasar : Alat tulis yang sangat lengkap dengan banyak variasi yang unik dan lucu-lucu.
  • Seberapa penting toko Anda : Anak sekolah tidak bingung untuk menemukan peralatan sekolah yang lengkap dan banyak sekali jenisnya.

Selain contoh di atas, Anda bisa merenungkan lebih dalam tentang esensi (hal pokok) lainnya yang relevan dengan lingkungan Anda masing-masing.

Dengan begitu, produk yang Anda jual tidak hanya sekadar lengkap saja, tapi mampu menjawab kebutuhan orang-orang sekitar.

Ini artinya, kehadiran toko Anda akan dianggap sangat penting.

6. Amati Kultur Masyarakat Sekitar, Lalu Kabulkan Keinginannya

Masih berhubungan dengan pembahasan di atas, kadang, masih banyak pengusaha warung atau toko, hanya menjual barang-barang secara umum.

Alasannya, memang produk itulah yang kemungkinan laku dijual.

Contohnya :

  • Warung sembako hanya menjual sembako.
  • Toko bangunan, hanya menjual bahan bangunan.
  • Toko alat tulis, hanya menjual alat tulis.

Padahal, ada produk-produk tertentu yang kemungkinan besar akan laku dan memang dibutuhkan.

Tapi, seringkali luput dari ide atau jangkauan pengelola usaha itu sendiri.

Misalnya :

  • Di daerah dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian petani, orang membutuhkan cangkul, sabit, benih tanaman, pupuk, atau kebutuhan sejenis itu.
  • Uniknya, ketika membutuhkan, mereka harus mencari toko khusus yang menjual produk semacam itu.

Mending kalau dekat, malahan ada yang lokaisnya cukup jauh juga tetap diburu.

Kalau dipikir-pikir, apa salahnya si jika toko kelontong atau toko bangunan juga mengabulkan keinginan masyarakat dengan menyediakan produk semacam itu?

Suatu ketika, orang mungkin hanya akan membeli minyak goreng atau engsel pintu.

Jika pembeli melihat sesuatu yang ternyata dibutuhkan, mereka akan mempertimbangkan untuk membeli suatu saat nanti. Cepat atau lambat pasti akan terjadi.”

Contoh lain :

Anda menjual alat tulis. Tapi, Anda tahu persis bahwa di tahun ajaran baru, banyak orang tua yang juga mencari seragam sekolah untuk anaknya.

Mulai dari baju, celana, rok, kaos kaki, peralatan pramuka yang lengkap, kerudung sekolah, sepatu, dan sebagainya.

Biasanya, mereka bahkan harus mengunjungi toko khusus dengan lokasi yang lebih jauh.

Jika Anda memajang dan menjual itu, tentu saja, tidak menutup kemungkinan orang akan mempertimbangkannya suatu saat nanti.

Nah, kedua contoh di atas hanya merupakan pembuka wawasan Anda saja.

Tugas Anda sekarang :

  • Coba selidiki kebiasaan atau kultur masyarakat setempat.
  • Cari produk apa yang dibutuhkan, lalu mulailah menyediakan.
  • Cek pula pekerjaan, aktivitas, hobi atau hal-hal apa yang sering dilakukan orang sekitar.
  • Cobalah untuk menyediakan dengan koleksi yang jauh lebih lengkap.

Asal Anda tahu, trik semacam itu sering dinamakan spesialisasi produk. Nantinya, dengan menjual produk spesial, produk lainnya juga ikutan laris.

Jika Anda penasaran bagaimana trik spesialisasi produk dapat membantu usaha Anda, silahkan simak artikel berikut ini :

Solusi Agar Toko Ramai Pembeli dengan Trik Rahasia Bernama Spesialisasi Produk

Simpulan

Nah, pada kesempatan kali ini, kita sudah belajar tentang  pola pikir (mindset) terhadap warung atau toko dan langkah mudah bersaing dengan minimarket terkenal.

Sayangnya, masih ada dua materi sangat penting yang belum sempat Anda baca, yaitu :

  • Upaya paling masuk akal dalam melariskan warung atau toko.
  • Mengubah warung atau toko menjadi bisnis masa depan yang menjanjikan.

Jika Anda merasa segar dan ingin melanjutkan, silahkan klik/sentuh tombol “Lanjutkan Materi Berikutnya” berikut ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *