bisnis yang sesuai passion

Bisnis yang Sesuai Passion, Renungan Pentingnya Berwirausaha Sejak Dini

Posted on

KontenBisnis.com – Berikut adalah contoh bisnis yang sesuai passion, sebuah renungan pentingnya berwirausaha sejak dini bagi orang tua.

Pentingnya Berwirausaha Sejak Dini

Seandainya hari ini Anda memiliki uang 100 juta, mungkin Anda tidak akan memberikan semuanya untuk anak-anak Anda.

Anda akan menggunakannya untuk :

  • Menjalankan usaha yang selama ini Anda tekuni.
  • Memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
  • Menabung atau berinvestasi.

Barulah, sebagian kecil diantaranya, Anda berikan kepada anak-anak Anda. Mungkin untuk biaya pendidikan, atau kebutuhan lainnya.

Tapi sadarkah, dari ketiga hal yang Anda anggap bukan untuk anak Anda (seperti di atas), pada akhirnya akan diberikan kepada mereka?

Kalau tidak percaya, silahkan renungkan :

  • Usaha yang sekarang Anda jalani, pada akhirnya akan ditujukan untuk kesuksesan anak-anak Anda.
  • Kebutuhan sehari-hari yang Anda penuhi, tentu saja untuk kebahagiaan dan kehidupan yang layak bagi mereka.
  • Termasuk menabung atau berinvestasi, juga sebagai modal masa depan mereka.

Jika itu yang Anda pikirkan, Anda tidak keliru! Kami percaya, Anda begitu mencintai dan menyayangi mereka.

Tapi satu hal yang perlu dipikirkan, tidakkah Anda menyadari bahwa itu saja belum cukup?

Ada sesuatu yang membuat Anda harus “berpikir ekstra” demi masa depan mereka, yaitu tentang “mentalitas”.

Mentalitas adalah tentang bagaimana Anda memberikan bekal agar :

  • Anak-anak Anda bisa menjaga harta yang diwariskan dari kerja keras Anda sekarang.
  • Memiliki mental yang kuat untuk beradaptasi dengan segala situasi, baik kesenangan maupun tantangan.
  • Memiliki idealisme yang tinggi untuk bisnis yang akan dijalankan mereka suatu saat nanti.

“Sebagai seorang pengusaha, Anda harus mampu menjelaskan betapa pentingnya berwirausaha sejak dini. Bekal terbaik untuk ini, adalah mentalitas itu sendiri”

Sekarang, apa yang harus Anda lakukan?

Menjelaskan Mentalitas Berwirausaha dengan Konsep yang Sesuai Passion

Walaupun Anda seorang pengusaha, tidak semuanya bercita-cita agar anak-anaknya mengikuti jejak Anda sekarang.

Mungkin, ada diantara Anda yang berkeinginan agar anaknya :

  • Menjadi dokter, pilot, insinyur, PNS, atau pekerjaan sejenis.
  • Sekalipun berwirausaha, namun dalam skala yang lebih besar.

Itu sah-sah saja! Namun lagi-lagi, yang terpenting, Anda memiliki ide untuk mendukung mentalitas mereka. Di sini kata kuncinya!

Jika anak-anak Anda masih pelajar atau mahsiswa, kami memiliki ide yang mungkin bisa membantu mewujudkan impian mereka.

Konsep dasar ide ini, tidak terlalu muluk-muluk :

  • Pertama, melakukan sesuatu hal yang mereka senangi atau sesuai passion mereka.
  • Kedua, hal yang dilakukan tidak jauh dari aktivitas belajar atau kuliah mereka.
  • Ketiga, memungkinkan untuk menambah penghasilan mereka secara mandiri.
  • Keempat, dapat dikembangkan menjadi bisnis yang lebih besar.
  • Kelima, melatih mentalitas dan kesabaran mereka.

Sampai di sini, Anda mungkin merasa bingung :

“Adakah format bisnis berbasis mentalitas yang cocok untuk pelajar dan mahasiswa namun tidak mengganggu aktivitas belajar mereka?”

Jawabannya, ada! Tinggal bagaimana Anda, apakah mendukung konsep ini, atau justru memilih untuk mengabaikannya.

Jika Anda mendukung pentingnya berwirausaha sejak dini, silahkan simak caranya :

Contoh Bisnis yang Sesuai Passion, Cocok Untuk Pelajar dan Mahasiswa

Salah satu contoh bisnis yang sesuai passion adalah membangun mikro blog di Instagram.

Konsepnya cukup sederhana, hanya tinggal posting seperti biasanya. Anda tahu, anak-anak Anda biasanya senang dengan Instagram, bukan?

Berbeda dengan Instagram pribadi, dalam mikro blog, yang diposting bukan semata-mata foto, melainkan ilmu pengetahuan.

Anda bisa memilih dua jenis ilmu pengetahuan yang nantinya akan diposting :

  • Pertama, sesuatu yang sesuai passion anak-anak Anda.
  • Kedua, ilmu pengetahuan yang sedang dipelajari di bangku kuliah atau sekolah.

Kedua-duanya sama bagusnya, tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk.

Berbicara passion, merupakan kata berasal dari bahasa Inggris yang dalam bahasa Indonesia berarti “gairah”.

Jika anak-anak Anda tampak bergairah dengan suatu bidang tertentu, misalnya musik, olahraga, agama, atau bidang lainnya, bisa jadi mereka punya passion di sana.

Ini poin yang bagus! Karena ketika nantinya membuat materi untuk mikro blog di Instagram, mereka akan merasa sangat bergairah, seperti tidak ada capeknya.

Tapi jika Anda masih kesulitan untuk menemukan passion yang tepat, silahkan gunakan opsi yang kedua, yakni membuat materi dari mata pelajaran atau mata kuliah yang paling mereka senangi.

Setiap pelajar atau mahasiswa biasanya memiliki salah satu mata pelajaran atau mata kuliah yang disenangi. Gunakan ini sebagai materi untuk mikro blog.

Hitung-hitung, sambil belajar tetapi sambil mempersiapkan suatu format bisnis yang berpotensi menghasilkan.

“Dukung anak-anak Anda untuk melakukan kegiatan positif yang selaras dengan aktivitas mereka selama ini. Selaras yang dimaksud, tidak menganggu proses belajarnya, malah membuat mereka semakin pintar”.

Mengapa Mikro Blog Merupakan Bisnis Sesuai Passion yang Berpeluang Menghasilkan Uang?

Jika Anda mendukung anak-anak Anda untuk memulai format bisnis mikro blog di Instagram, ada 2 hal yang harus Anda ketahui :

  • Pertama, mikro blog adalah tentang bisnis, bukan upaya mendapatkan uang secara instan.
  • Kedua, kunci untuk mendapatkan uang dari Instagram adalah follower yang tertarget dan teredukasi.

Mari kita bahas satu per satu.

Jika anak-anak Anda ingin mendapatkan uang secara cepat, caranya adalah dengan jualan online, bukan membangun bisnis online.

Perbedaan antara jualan dengan bisnis online adalah pada pendekatannya.

Jualan online, adalah membujuk orang-orang agar mau membeli produk yang kita tawarkan.

Kelemahan dari metode ini, harus terus-menerus mencari orang baru untuk dibujuk dan dijuali.

Seperti yang Anda ketahui, bisnis online itu tidak mudah!

Orang tidak begitu saja percaya untuk membeli dari penjual online yang belum dikenal baik.

Sementara, bisnis adalah tentang membangun hubungan baik (trust) yang berimbas pada kesadaran membeli secara alamiah, tanpa membujuk terlalu keras.

Keuntungan dari bisnis online, adalah hubungan jangka panjang yang terjalin dan berimbas pada pemesanan berulang (repeat order).

Kedua-duanya punya kelebihan dan kekurangan :

  • Jualan online membutuhkan waktu yang singkat untuk mendapatkan uang. Namun harus setangah mati dalam membujuk, termasuk mencari orang baru.
  • Bisnis online membutuhkan waktu relatif lama untuk mendapatkan uang. Namun akan lebih mudah menjual karena kepercayaan dengan target market sudah teredukasi.

Sementara, kekurangan paling fatal ketika Anda meminta anak-anak Anda berjualan online, adalah menganggu konsentrasi belajarnya.

Bayangkan, jika anak-anak Anda sedang berada di kelas, sementara ada customer yang chat, tentu akan sangat dilematis.

Satu sisi, fast respons dalam membalas chat akan meningkatkan kepercayaan. Di sisi lain, minimnya waktu justru akan merusak citra jualan online yang dijalankan.

Makanya, ketimbang memilih jualan online, kami lebih menyarankan untuk berbisnis online yang selaras dengan kegiatan belajar atau perkuliahannya.

Sekarang, kita bahas poin kedua, yaitu rahasia mendapatkan uang di Instagram adalah dari follower yang tertarget.

Oh, ya, kami buatkan sub bab baru ya, biar enak membacanya :

Follower Tertarget, Kunci Mendapatkan Uang dari Bisnis Passion di Instagram

Banyak orang beranggapan, jika suatu akun Instagram memiliki banyak follower, maka akan lebih cepat menghasilkan uang.

Follower yang kelihatan banyak dianggap akan menarik akun lain untuk melakukan promosi berbayar (paid promote) di akun tersebut.

Benarkah? Jawabannya, tidak selalu!

Mengapa? Karena sekarang, follower banyak bisa didapat dengan cara membeli.

Orang yang akan melakukan paid promote, tidak akan mudah percaya dengan jumlah follower jika ternyata tidak ada interaksi di dalamnya.

Beda dengan follower tertarget dan terdekasi yang memang menyasar orang-orang dengan minat yang sama.

Ini akan menarik lebih banyak brand untuk melakukan paid promote.

Lalu pertanyaannya sekarang :

Apakah setelah memiliki banyak memiliki follower tertarget hanya akan mendapatkan uang dari paid promote saja?

Jawabannya tidak! Jasa paid promote bisa dikatakan hanya sebagai dana sampingan saja.

Inti utamanya, setelah anak-anak Anda membangun mikro blog di Instagram, sumber uang yang didapatkan justru dari jualan brand mereka sendiri.

  • Seumpama anak Anda membangun mikro blog dengan tema olahraga, mereka bisa menjual produk yang masih berhubungan, misalnya alat olahraga atau sejenisnya.
  • Atau jika materi mikro blog tentang mata pelajaran tertentu, bisa menjual buku, t-shirt,  atau bahkan bisa membuka online course.

Itu hanya sebagai contoh saja. Pada akhirnya nanti, anak-anak Anda akan jauh lebih cerdas dalam menentukan format terbaik untuk melakukan monetisasi.

Tapi intinya, mikro blog adalah bisnis online berbasis “helping” atau membantu orang mengatasi permasalahan pada tema yang disukainya.

Ini juga termasuk menjelaskan betapa pentingnya berwirausaha sejak dini.

“Setelah seseorang merasa terbantu, maka akan timbul kepercayaan. Kepercayaan inilah yang secara alami akan menggerakkan untuk membeli produk yang ditawarkan.”

Bagaimana Mengajak Anak Anda Membangun Bisnis yang Sesuai Passion?

1. Ajak Berdiskusi Tentang Passion

Mulailah mengajak anak-anak Anda untuk berdiskusi tentang passion.

Tanyakan pada mereka, adakah sesuatu yang paling disukai dan membuatnya sangat bergairah?

Jika ada, tawarkan untuk menuangkannya melalaui format mikro blog di Instagram.

Katakan pada mereka bahwa pekerjaan ini sangat simpel.

Tinggal cari materi dari artikel di Google, lalu buat dalam beberapa postingan slide (carosel) Instagram.

Agar mereka semakin semangat, beritahu bahwa semua pekerjaan ini bisa dilakukan dengan mudah karena hanya menggunakan aplikasi Canva.

“Beritahukan pada anak-anak Anda bahwa suatu saat nanti, mencari uang akan jauh lebih mudah daripada mencari pekerjaan”

2. Jangan Memaksa, Biarkan Mereka Merenungkan

Hukum reaktansi menyatakan bahwa. “Semakin keras Anda mendorong sesuatu, maka akan semakin keras pula perlawanan yang diterima”

Oleh karena itu, sebesar apapun idealisme Anda tentang konsep ini, jangan sekali-kali memaksakan mereka untuk segera melakukannya.

Beritahu konsep dasarnya saja.

Lalu, minta mereka untuk membayangkan hal-hal indah jika sudah memulai membangun bisnis online sejak dini.

Kalimat ini bisa Anda ungkapkan :

“Jika seseorang membutuhkan 5 tahun untuk sukses membangun bisnis online dan sudah memulainya sejak 3 tahun sebelumnya, maka kesuksesan dapat diraih lebih awal”

3. Jangan Biarkan Mereka Berjuang Sendiri, Fasilitasi dengan Mentoring

Anda membutuhkan seorang mentor agar cita-cinta mulia anak Anda bisa diraih dengan lebih cepat atau efektif.

Seorang mentor yang terpercaya dan tidak membual, biasanya telah melakukan pekerjaan yang sama di masa lalu kemudian berhasil.

Dia menemukan banyak permasalahan, lalu menemukan polanya. Hingga menemukan solusi yang paling cepat diantara banyak solusi lainnya.

Khusus untuk bisnis online dengan konsep mikro bloging, kami merekomendasikan mentor bernama Niko Julius.

“Niko Julius adalah guru binis online berbasis Instagram yang ramah. Muridnya ribuan, tapi sanggup mendidik dengan sangat bertanggungjawab”

4. Berikan Modal Secukupnya

Sebagai orang tua, memberi motivasi saja tidak akan cukup.

Anda perlu memberikan modal untuk mengikuti pelatihan Kelas Instagram Organik (KIO) yang dibimbing langsung oleh Niko Julius.

Biaya pelatihan yang ditawarkan jauh lebih murah dibanding uang jajan anak Anda sebulan, yakni hanya Rp198.000 (seratus sembilan puluh delapan ribu rupiah).

Jika Anda adalah orang tua yang smart sekaligus seorang pengusaha sejati, Anda tidak akan mempermasalahkan uang sebesar itu.

Karena yang terpenting :

  • Anak-anak Anda sukses
  • Punya kegiatan yang positif
  • Ada format bisnis yang bisa diharapkan.
  • Berlatih sabar dan konsisten.
  • Siap dengan tantangan masa depan.

Anda bisa gunakan kode UMKM ketika diminta memasukkan kupon diskon pada saat melakukan pendaftaran.

Jika mengalami kesulitan untuk mendaftar, bisa menghubungi WhtasApp kami dengan cara klik link ini.

Simpulan

Tekan tombol “Daftar Pelatihan” di bawah ini untuk mendukung anak Anda agar memiliki bisnis yang sesuai passion dan pentingnya berwirausaha sejak dini.

Jika berharap diskon, jangan lupa sertakan kode UMKM.